Warga Protes Pemotongan BLT Rp 150 Ribu

TEMPO Interaktif, Cirebon:Puluhan warga di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mendatangi kantor kelurahan setempat. Mereka memprotes pemotongan BLT (bantuan langsung tunai) yang mencapai Rp 150 ribu untuk setiap keluarga.

Berdasarkan pantauan, puluhan warga mendatangi kantor kelurahan setempat sekitar pukul 09.30 WIB. "Dana BLT kami dipotong Rp 150 ribu," tutur Bedah, 63, warga RT 07 RW 09, Kelurahan Argasunya.

Bedah mengatakan mereka mencairkan dana BLT pada Sabtu lalu (2/8). Saat itu Sekretaris RT, Yudi, sudah menyediakan angkutan untuk 28 KK yang akan mencairkan BLT ke kantor pos. Sesampainya di depan Kantor Pos Cangkol, Cirebon, kartu BLT baru dibagikan oleh Yudi.

Setelah uang diterima, mereka pun diminta untuk naik kembali ke dalam mobil dan uang yang baru dicairkan langsung dipotong Rp 150 ribu. Bahkan sisa kartu BLT untuk empat bulan ke depan diambil kembali dan hingga kini masih ditahan pengurus RT. "Padahal kami ini sudah tua, kenapa diperlakukan seperti ini," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Rali, 73, warga RT 7 lainnya. Ia mengatakan sebelumnya pengurus RT memang sempat membicarakan pemotongan ini kepada warga. "Alasannya untuk keluarga lainnya yang tidak dapat," tuturnya.

Namun, kemudian ia mendengar jika ternyata hanya 10 KK yang mendapatkan bagian dari BLT sebanyak Rp 40 ribu untuk masing-masing KK. "Berarti hanya Rp 400 ribu yang dibagikan. Lalu sisanya dikemanakan," tanyanya. Terlebih mereka menerima kabar BLT yang kedua akan kembali dipotong Rp 200 ribu sehingga kartu mereka hingga kini masih ditahan.

Sementara itu, Lurah Argasunya Tasmadi mengatakan pihaknya belum pernah mendapatkan laporan akan adanya pemotongan. "Padahal kami sudah menginstruksikan agar tidak ada pemotongan," tuturnya. Pihaknya akan melakukan cek di lapangan termasuk meminta agar sisa kartu BLT dikembalikan ke warga, tidak disimpan di pengurus RT.

Ivansyah