Topik


BI Rate Naik Menjadi 9 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini memutuskan kembali menaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9 persen. Keputusan itu diambil untuk menguatkan stabilitas perekonomian dan sistem keuangan khususnya mendukung pencapaian sasaran inflasi dalam jangka menengah.

Gubernur Bank Indonesia Boediono mengatakan BI masih melihat adanya resiko tekanan inflasi kedepan yang bersumber dari gejolak harga minyak dan pangan dunia, serta tekanan permintaan dalam negeri.

"Tingginya resiko tekanan inflasi itu menjadi pertimbangan BI untuk menaikan kembali BI rate pada bulan ini, meskipun dampak kenaikan BBM terhadap inflasi sudah sangat berkurang," kata Boediono di Bank Indonesia.

Dia menjelaskan, kenaikan BI rate itu juga diiringi optimalisasi penggunaan instrumen kebijakan moneter lain seperti pengendalian polavilitas nilai tukar dan penyerapan ekses likuiditas melalui operasi pasar terbuka. BI berharap, dengan kebijakan tersebut target inflasi 2009 dikisaran 6,5-7,5 persen bisa tercapai.

Menurut Boediono, kenaikan BI rate menjadi 9 persen tidak akan mengganggu aktivitas perekonomian Indonesia. Begitupula dengan industri perbankan yang saat ini ketahanannya sudah sangat baik, yang ditandai dengan kredit perbankan yang masih tumbuh 31,6 persen dengan tingkat kredit macet yang menurun menjadi 4,08 persen gross. Penjualan kendaraan bermotor dan semen pun masih meningkat pesat.

EKO NOPIANSYAH