Topik
HIPMI Pikat Pemodal Asing
TEMPO Interaktif, Jakarta: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan menarik investor negara yang tengah berkembang untuk menanamkan modalnya di Indonesia. HIPMI memprioritaskan India, Cina, Rusia, dan Brazil untuk berinvestasi di Indonesia.
"Negara-negara yang tengah berkembang itu akan kami undang berinvestasi di Indonesia," kata Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa Mahmud usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor wakil presiden, hari ini.
Menurut dia, banyak komoditas Rusia yang belum masuk ke pasar Indonesia. Sehingga pengusaha Indonesia berpeluang menjadi agen penjualan komoditas itu. "Banyak merek dagang Rusia yang belum masuk ke sini," ujarnya.
Selain itu, produk Cina umumnya bermutu bagus dan berpeluang dipasarkan di Indonesia. Sedangkan HIPMI menilai teknologi pabrik India sudah cukup maju, disamping industri jasa di India lebih maju daripada Indonesia. "Kalau Brazil, kami tertarik pada agroindustrinya," ujarnya.
Pengurus HIPMI sebelumnya yang dipimpin Sandiaga Uno, pernah berkunjung ke Timur Tengah untuk menarik investasi. Saat itu HIPMI menawarkan pengusaha Timur Tengah untuk berinvestasi di kawasan Indonesia timur.
Menurut Erwin, kunjungan balasan pengusaha Timur Tengah akan dilakukan pada Oktober mendatang. Sekitar 2-3 pengusaha Timur Tengah berniat melihat potensi infrastruktur yang bisa dibangun. "Kebanyakan mereka tertarik dibidang properti yang bisa digarap kolektif bersama pengusaha Indonesia," katanya.
KURNIASIH BUDI