Pemerintah Berhati-Hati Tangani Kasus SETIA

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kotamadya Jakarta Timur berhati-hati dalam menangani kasus kerusuhan warga Kampung Pulo Jakarta Timur dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia Injili Arstamar (SETIA). "Ini masalah sensitif, karena menyangkut agama," ujar Walikota Jakarta Timur, Murdhani kepada wartawan hari ini (5/8).

Murdhani juga diperintahkan atasannya Gubernur DKI, Fauzi Bowo, untuk berhati-hati memberikan pernyataan soal kasus ini. "Ini kalau besar, negeri kita bisa rugi sendiri," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, hari ini berkunjung ke Wisma Transiti Pondok Kelapa Jakarta Timur untuk meninjau langsung mahasiswa SETIA yang ditampung sejak Jumat pekan lalu. "Ada warga kami yang kuliah di SETIA," ujarnya. Cornelis menuturkan jumlah mahasiswa asal Kalimantan Barat mencapai 300 orang.

Cornelis menyampaikan bahwa ia berjanji membicarakan hal ini dengan Menteri Dalam Negeri, dan Gubernur DKI, Fauzi Bowo. "Besok sama bertemu Mendagri.

Dalam kunjungannya, Gubernur yang baru dilantik tujuh bulan lalu mengkritik penanganan kasus ini yang cukup lama. "Ini masalah kecil," katanya. Menurutnya kasus ini bertambah pelik karena adanya kepentingan politik atau golongan tertentu.

Namun, ia mengajak pengurus yayasan dan mahasiswa untuk tidak berpikir negatif dengan adanya kerusuhan. "Pemerintah setempat pasti dapat menyelesaikan," katanya.
(Akbar Tri Kurniawan)