Enam Buruh Garut itu Keracunan

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Enam buruh yang ditemukan tewas di Bayongbong, Garut Ahad (3/8) lalu ternyata dinyatakan meninggal karena keracunan makanan. Sayangnya, belum diketahui apa jenis racunnya. “Masih kami selidiki di laboratorium” kata Ketua Tim Forensik RS Hasan Sadikin Bandung, Dokter Noorman Heryadi di Bandung, Senin (4/8).

Adapun waktu kematian para korban diperkirakan kurang dari 24 jam. Mayat itu ditemukan setelah delapan jam kemudian.

Temuan racun mematikan itu, menurut Noorman, diketahui berasal dari makanan yang baru dilahap keenam korban. ”Dari makanan yang ditemukan kan ada sisa nasi, ikan asin, garam dan lainnya,”katanya.

Namun polisi, di lokasi kejadian menemukan dua botol kosong minuman keas. “Setidaknya butuh waktu tiga hari untuk mengetahui kesimpulan akhir otopsi berikut jenis racunnya,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Sektor Bayongbong Ajun Komisaris Kuswanto mengatakan, selain makanan, di lokasi kejadian ditemukan dua botol kosong bekas minuman keras. ”Botol minuman arak putih dan minuman keras intisari,”katanya di Bandung Minggu malam.

Enam buruh pembangunan saluran air di kampung Urug Jambe, Desa Cikedokan, Bayongbong, Kabupaten Garut, Minggu (3/8) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Enam mayat itu ditemukan Rahmat, warga setempat, di dalam tenda di dekat lokasi pembangunan saluran air di kampung Urug Jambe. “Saat ditemukan tubuh mayat sudah kaku,” kata Kuswanto..

Keenam jenazah itu adalah Aca, Aip, Tatang, warga kampung Singkep, Desa Pakuwon, Cisurupan, Garut. Dua lagi adalah Ahmad alias Edo warga kampung Waru Bengkung, Desa Kadongdong, dan Ade Imanudin, warga kampung Cilimus, Desa Sirnajaya, Cisurupan, serta Latif warga kampung Rancamaya, Desa Sukabakti, Tarogong, Garut.

Dari pantauan Tempo di RS Hasan Sadikin, hampir semua mayatnya mengeluarkan darah dari hidung.

Sebelumnya polisi membawa keenam mayat ke RS Dokter Slamet, Garut untuk diotopsi. Namun, rumah sakit tersebut malah meminta agar keenamnya diotopsi di RS Hasan Sadikin.

Erick P. Hardi