Rp 1 Triliun untuk Revitalisasi Kakao

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan mengucurkan dana Rp 1 triliun dari APBN untuk rehabilitasi tanaman kakao di Sulawesi. Dana yang mulai dikucurkan tahun depan itu untuk memperbaiki 70 ribu dari total 300 ribu hektar lahan kakao yang terkena penyakit.

"Yang akan diperbaiki tahun depan mulai dari 70 ribu hektar," kata Deputi Menteri Perekonomian Bidang Perikanan, Pertanian, dan Peternakan, Bayu Krisnamurti, usai rapat dikantor wakil presiden, hari ini.

Sulawesi, kata dia, menghasilkan 65 persen dari total produksi kakao Indonesia. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu produsen utama kakau di dunia. Sejak beberapa tahun belakangan, ekspor kakau turun akibat masalah hama tersebut.

Menurut Bayu, rapat menyepakati tiga mekanisme penganggaran yaitu dari APBN dan APBD mulai tahun ini dan tahun depan serta dari perbankan. Ia mengatakan penanganan masalah kakao akan memanfaatkan kredit bersubsidi yang dialokasikan untuk revitalisasi perkebunan. Apalagi, kredit tersebut hingga kini belum terserap seluruhnya.

Dia mengatakan kerugian akibat kakao yang tidak diperbaiki bisa mencapai Rp 3,5 triliun pertahun. Tahun ini pemerintah mempersiapkan rehabilitasi itu. Selain kakau, rapat juga membahas peningkatan produksi padi di Sulawesi. Tahun depan Sulawesi menargetkan peningkatan hingga 2 juta ton pertahun. "Kami ingin meningkatkan produksi padi di Sulawesi termasuk melakukan rehabilitasi irigasi," ujarnya.

KURNIASIH BUDI | ANTON APRIANTO