Topik
Pembatasan Bahan Pangan Untuk Energi Diusulkan ke PBB
TEMPO Interaktif, Bandung:
Indonesia akan mengusulkan pembatasan penggunaan bahan pangan untuk bahan bakar nabati dalam Sidang Majelis Umum PBB, September nanti. Tujuannya agar pasokan bahan pangan untuk makanan tidak berkurang. Indonesia akan mendesak PBB menjadikan isu krisis pangan sebagai agenda utama.
Menteri Luar Negeri, Hasan Wirajuda, mengatakan pembatasan itu maksimal 30 persen dari produksi bahan pangan yang bisa ditolelir untuk bahan baku energi. ”Secara moral juga sangat bertentangan bila diversifikasi energi itu membuat orang kelaparan,” kata Wirajuda di Bandung, Rabu (6/8).
Indonesia juga akan mengusulkan peningkatkan investasi baru di sektor pertanian seiring dengan surplus yang dinikmati negara eksportir minyak akibat lonjakan harga minyak. Keuntungan negara-negara Timur Tengah dari ekspor minyak diperkirakan menembus US$ 1,5 triliun tahun ini dapat digunakan untuk investasi di bidang pertanian.
Menurut Organisasi Pangan Dunia, hanya 3 persen dari total investasi di seluruh dunia yang ditujukan untuk pertanian. Negara-negara Timur Tengah juga mulai khawatir soal krisis pangan dan mulai berinvestas di lahan pertanian di Asia Tengah, sebagaian Afrika, serta mulai menjajaki di Asia Tenggara.
ahmad fikri