Restrukturisasi Merpati Tuntas Sebelum Lebaran


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan menyelesaikan proses restrukturisasi PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sebelum Lebaran tahun ini. Proses tersebut antara lain meberikan suntikan modal Rp 350 miliar, perombakan manajemen, dan pengurangan jumlah karyawan.

"(Restrukturisasi) ini sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, harus sesegera mungkin," kata Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, di Gedung Garuda, hari ini.

Bahkan, Sofyan mengharapkan suntikan dana untuk Merpati bisa segera cair dalam pekan ini. Dana itu akan dipakai sebagai modal kerja, pelunasan pajak terutang, serta pembayaran pesangon karyawan yang terkena rasionalisasi. "Soalnya Merpati tidak akan bisa bertahan lagi dengan kondisi saat ini," ujarnya

Menurutnya, untuk melepas karyawan saja saja pemerintah butuh dana besar. Dari 2.590 karyawan Merpati, sekitar 1.500 orang masuk dalam daftar rasionalisasi. "Jumlah karyawan terlalu banyak. Saat ini rasio satu pesawat mencapai 100 orang, padahal idealnya satu pesawat sekitar 40 orang," kata dia.

Apalagi, ia melanjutkan, maskapai penerbangan pelat merah yang melayani rute Indonesia Timur ini mengalami defisit sekitar Rp 20 miliar setiap bulannya. Sehingga, untuk mengatasi kesulitan yang luar biasa di Merpati sangat diperlukan tindakan drastis dan suntkan dana besar.

Staf Khusus Menteri Negara BUMN, Alexander Rusli, menyatakan bahwa pergantian dirkesi Merpati pada Rabu (6/8) lalu merupakan bagian dari restrukturisasi. Alasanya, Merpati sangat membutuhkan orang yang bisa mengambil tindakan keras untuk menyelamatkan maskapai ini. "Mereka harus menjadi eksekutor terhadap berbagai eksekusi, termasuk pengurangan karyawan," kata Alexander.

Sedangkan, penetapan Sekretaris Kementerian Negara BUMN, Said Didu, sebagai Komisaris Utama Merpati, bertujuan memperkuat jalur koordinasi secara langsung dengan Kementerian. "Kami butuh orang dari kantor ini, supaya apa yang harus dikerjakan bisa langsung diurus dari kantor ini," ujarnya.

Rabu kemarin, pemerintah kembali merombak susunan direksi Merpati. Direktur Utama Merpati Cucuk Suryo Suprojo digantikan Bambang Bhakti, yang sebelumnya Direktur Utama PT Jakarta International Cargo Terminal. Sebelumnya, Cucuk menjabat Direktur Utama sejak Maret 2008, menggantikan Hotasi Nababan, yang mengundurkan diri.

Sedangkan Kapten Nikmatullah Rahmatullah Zaman menggantikan Abbhy Widya sebagai Direktur Operasi. Selain pelantikan direktur baru, pemerintah melantik Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Said Didu sebagai Komisaris Utama. Pelantikan tersebut dilakukan oleh Deputi Logistik Kementerian Badan Usaha Milik Negara Hari Susetyo.

WAHYUDIN FAHMI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X