Topik
Infografis
Aora Ramaikan Bisnis TV berbayar
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Karyamegah Adijaya meramaikan Industri televisi berbayar Indonesia melalui merek dagangnya Aora. Untuk menggaet pelanggan, televisi berbayar ini mengandalkan 10 saluran, yang 4 diantaranya merupakan saluran siaran langsung Olimpiade.
Presiden Komisaris PT Karyamegah Adijaya Rini Suwandi mengatakan sebagai pemain baru tidak akan mengambil target yang terlalu tinggi. Untuk awal promosi ini, mereka memberikan penawaran terbatas dengan siaran ekslusif Olimpiade.
"Karena masih terbatas alat dan saran lain, kami tidak ingin muluk-muluk dulu. di 7 kota dulu dan tidak ingin menimbulkan harapan yang terlalu besar," ujar Rini kepada wartawan di Hotel Mulia, hari ini.
Rini mengatakan investasi awal untuk program pengenalan terbatas ini sebesar Rp 40 miliar.
rencananya televisi berbayar ini baru akan diluncurkan secara komersial pada akhir Januari atau awal Februari tahun depan. Sedangkan untuk investasi komersial nanti, telah disiapkan US$ 50 juta untuk pembangunan studio, penyiapan konten dan operasional.
Direktur Utama Karyamegah Ongki Soemarno mengatakan untuk penawaran terbatas ini ditargetkan 2000 pelanggan. Dan jumlah ini dinilai sudah bisa menutup biaya pembelian hak siar. Sedangkan untuk pembelian hak siar Olimpiade angkanya tidak sampai US$ 1 juta. Ongki mengatakan selama Olimpiade berlangsung, mereka akan menayangkan secara langsung pertandingan yang banyak diminati.
Untuk peluncuran secara komersial nanti, mereka menargetkan 50 saluran sehingga menyamai televisi berbayar lainnya. Perusahaan ini akan menggunakan teknologi satelit dalam menjangkau pelanggannya. Dalam perbincangan baru-baru ini, Ongki mengatakan sudah mempelajari teknologi dari para kompetitor. Mereka juga akan meminjamkan decoder kepada pelanggan selama masih berlangganan.
Rini mengatakan setelah Olimpiade selesai, mereka tetap akan memberikan tayangan siaran olahraga. Selain saluran berita, hiburan, acara anak, mereka juga menggandeng beberapa rumah produksi untuk mengisi konten. "Kami outsource dengan rumah produksi, ini untuk mengisi konten lokal yang benar-benar berasa Indonesia," ujar Rini menegaskan.
Ongki menambahkan selain menggandeng rumah produksi, mereka juga berencana menggandeng televisi lokal. Ketika disinggung kerjasama dengan televisi berbayar Astro, Ongki mengatakan tidak ada hubungan kerja sama. Sedangkan terkait hak siar liga Inggris, kata Ongki, bila ada peluang mereka akan mendapatkan juga hak siarnya.
"Kalau ada peluang ya kita mau karena peminat sepak bola ini tinggi, tapi kita tidak ada apa-apa dengan Astro," tegas Ongki.
Dian Yuliastuti
Web via