Diusulkan, KPK Punya Tahanan Khusus


TEMPO Interaktif, Jakarta: Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Teten Masduki, mengusulkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki rumah tahanan sendiri untuk para koruptor yang dinilai dapat membuat malu dan efek jera.

"KPK harus punya tahanan khusus. Kalau ditaruh di kepolisian, seperti Urip Tri Gunawan (jaksa yang tersangkut kasus BLBI) kemarin, mereka masih bisa berkomunikasi," kata Teten, Jumat(8/8), di Kantor ICW Kalibata, Jakarta Selatan.

Menurut Teten, rumah tahanan khusus itu idealnya berada di tempat umum. "Tahanan dibuat transparan, seperti di supermarket, sehinga semua orang bisa melihat. Jadi, tak mungkin bisa lari," ujarnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi bidang Pencegahan M. Jasin, mengatakan berencana akan seragam khusus untuk koruptor yang ditahan. Tangan penilep uang rakyat tersebut juga akan diborgol layaknya pelaku kejahatan luar biasa lainnya, semisal teroris dan pengedar narkoba.

Rencana pengenaan baju khusus tahanan tersebut, menurut Jasin, sudah disetujui semua pimpinan KPK. "Kami masih mendesain (baju tersebut-red)," kata Jasin, Kamis(7/8), dalam keterangan pers di Kantor KPK Jakarta.

Teten mendukung rencana KPK tersebut. "Rencana itu harus segera dilaksanakan, cara yang bagus mempermalukan koruptor," kata Teten. Apalagi, lanjut dia, tahanan di kepolisian dan kejaksaan juga mengenakan baju tahanan.

Seragam khusus tersebut, juga akan meningkatkan kesan pendekatan hukum yang represif. Selama ini hukum mengalami "pelunakan" dan pelaku jarang ditahan. "Lihat, Artalyta seperti mau pergi ke pesta saja saat ditahan," tuturnya, menambahkan.


Sutarto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X