Kepala Sekolah Tak Bernutu Capai 70 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta:Diperkirakan 70 persen dari 250 ribu kepala sekolah di Indonesia tidak kompeten. Mereka tak yang mestinya punya lima kemmampuan ternyata hampir semuanya tak dimiliki.

Lima aspek kompetensi itu adalah kepribadian, sosial, manajerial, supervisi dan kewirausahaan. Hampir semua kepala sekolah lemah dalam manajerial dan supervisi. "Dua aspek ini kekuatan mereka dalam mengelola sekolah," ujar Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma, Senin (11/8).

Hasil uji kompetensi tak ada yang bisa dibanggakan. Pernah dilakukan uji ulang kepada 50 kepala sekolah. "Hasilnya sama saja," ujar dia.

Penyebab rendahnya mutu mereka, kata Surya, proses rekruitmen dan pengangkatan yang sepenuhnya otoritas kepala daerah. "Kewenangan tersebut menjadikan bupati atau wali kota seenaknya mengangkat kepala sekolah,” ujarnya.

Selain itu mereka juga jarang diberi pelatihan, Pemerintah Malaysia menetapkan 300 jam training seseorang untuk menjadi kepala sekolah, Singapura menetapkan standar 16 bulan pelatihan.

Kondisi ini diperparah oleh kualitas pengawas sekolah, dari 23 ribu pengawas hampir semuanya lembek di bidang penelitian dan pengembangan. "Padahal itu fungsi utamanya pengawas," ujarnya.

Atemalem Susanti