Penghematan Listrik Perhotelan Sudah Mentok
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Penghematan konsumsi listrik sektor perhotelan sejauh ini dinilai sudah optimal. “Apalagi yang mau dihemat,” kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yanti Sukamdani hari ini.
Menurut dia, kalangan pelaku bisnis perhotelan Indonesia sudah mengintensifkan program penghematan listrik selama 10 tahun terakhir ini. Cara menghemat misalnya mematikan lift dan pendingin udara ketika sudah larut malam, juga kombinasi penggunaan genset.
Penghematan di waktu beban puncak yakni pukul 17.00 sampai 20.00, sulit dilakukan pada sektor perhotelan. Sebab, itu waktu puncak kegiatan hotel. “Perlu ada kekhususan, hotel bukan kantor atau pabrik,” ujar Yanti.
Selain dalam rangka program penghematan energi nasional, kata Yanti, pelaku perhotelan harus melakukan penghematan listrik sebab listrik merupakan bahan baku industri perhotelan. Kontribusi biaya energi listrik terhadap total biaya usaha perhotelan mencapai 75 persen. “Tanpa disuruh pun kami pasti menghemat.”
Dia mengimbau, kampanye penghematan energi sebaiknya diikuti dengan pemberian insentif bagi sektor industri yang berhasil melakukan program penghematan. Itu diperlukan untuk merangsang upaya yang sudah dilakukan. “Tak perlu keluarkan uang, pemerintah cukup terbitkan aturan insentif,” ujarnya,"Jangan hanya menekan industri."
Selain itu, dia juga mengimbau agar pemerintah tidak hanya berhenti pada upaya penghematan energi saja. Yang perlu dilakukan adalah mencari sumber-sumber energi alternatif. “Di Swis yang tidak ada matahari saja, pemerintahnya mengembangkan sumber energi berbasis matahari,” dia membandingkan.
Pemerintah mulai merealisasi program penghematan konsumsi listrik, bahan bakar minyak, dan air di lembaga-lembaga pemerintah pusat dan daerah (Koran Tempo, Senin). Pemerintah juga berencana memperluas penghematan listrik ke sektor bisnis, seperti pusat bisnis (mal dan pertokoan), perhotelan, dan reklame.
Harun Mahbub
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Tokoh Gwangju Prize For Human Rights Sebelum Tempo
- FOTO: Perlintasan Kereta Jadi Tempat Nongkrong
- Bisnis Mulus, Labora Sitorus Diduga Suap Tentara
- Yahoo Beli Tumblr US$ 1,1 Miliar
- Militer AS Dinilai Gagal Tangani Kekerasan Seksual
- Pembongkaran Bangunan di Waduk Pluit Mulai Pagi
- Wanita Arab Pertama Pendaki Everest
Berita Utama Bisnis
- Pembangunan Tol Gempol-Pasuruan Dimulai
- Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings













