Atlit dan Pelatih PON Bali Dapat Bonus Rp 5,95 Milyar

TEMPO Interaktif, DENPASAR:Sebanyak 60 atlit dan 16 pelatih dari Tim Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Bali mendapat bonus uang dengan nilai total mencapai Rp 5,95 Milyar. Mereka berasal dari 18 cabang olah raga yang berhasil meraih medali dalam PON yang berlangsung di
Samarinda, Kalimantan Timur. ”Kita harapkan bonus akan merangsang prestasi atlit,” kata Gubernur Bali, Dewa Made Beratha, Senin (10/8) usai menyerahkan bonus.

Untuk atlit yang meraih medali emas di cabang olahraga tunggal, Pemeritah Provinisi (Pemprov) Bali memberikan bonus sebesar Rp 100 juta, emas berpasangan Rp 160 juta, perak tunggal Rp 35 juta, perak berpasangan Rp 60 juta, perunggu tunggal Rp 20 juta,
perunggu berpasangan 60 juta. Untuk pelatih yang atlitnya meraih medali emas mendapat Rp 100 juta, perak Rp 35 juta dan perunggtu Rp 20 juta.

Dalam PON tahun ini, Bali berhasil meningkatkan prestasi dengan menduduki urutan ke-9, dengan meraih 16 emas, 18 perak dan 26 perunggu. ” Cabang olahraga yang paling banyak menyumbangkan medali adalah pencak silat dengan 3 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Pada PON sebelumnya, Bali hanya berada di urutan ke 14, dengan 11 emas, 11 perak dan 15 perunggu.

Selain itu, 2 atlit Bali berhasil memecahkan 3 rekor nasional. Yakni, Sinta Damayanti dari cabang angkat besi di kelas 125 kg. Atlit lainnya di cabang atletik Maria Natalia Monda berhasil memechakn rekor nasional di cabangf lompat jauh dan lompat jangkit.

Gubernur mengakui, dibanding daerah-daerah lain, perhatian Pemprov Bali memajukan olahraga masih sangat minim. Hal itu karena masih kecilnya Penerimaan Asli Daerah (PAD) Bali, sedangkan kebutuhan pembangunan sangatlah besar. Setiap tahunnya PAD Bali hanya mencapai Rp 1,2 triliun. “Biaya pembangunan fasilitas olah raga juga terlalu
mahal karena lahan yang sempit dengan harga yang sangat tinggi,” katanya. ROFIQI HASAN