Presiden Acuhkan Surat Kongres AS


TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan menanggapi surat dari Kongres AS soal permintaan pembebasan dua anggota Organisasi Papua Merdeka.

"Sudah saya laporkan, Presiden hanya tersenyum," kata Juru Bicara Presidem Dino Patti Djalal, kepada wartawan di Kantor Presiden, Selasa (12/8).

Dino mengatakan, Presiden sudah sering menerima surat bernada serupa. Banyak anggota Kongres AS yang tidak memahami masalah Indonesia karena dipengaruhi kelompok anti atau apriori dengan Indonesia. "Kita sudah kenyang dengan urusan seperti itu," katanya.

Ia menambahkan, tak satupun negara yang mendukung gerakan separatis Papua. Beberapa anggota kongres, parlemen maupun aktivis memang ada yang bersimpati pada gegrakan itu.

Tetapi secara keseluruhan, anggota PBB mendukung NKRI dan Papua sebagai bagian provinsi. "Secara diplomatis, politis, ekonomis dan moral, posisi kita sangat kuat dan kita tidak perlu kebakaran jenggot," ucap Dino.

Meski demikian, Presiden akan menugaskan Departemen Luar Negeri, melalui Duta Besar RI di Washington, untuk merespon surat tersebut.


NININ DAMAYANTI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X