Topik
Konsumsi BBM Tinggi, Pemerintah Pacu Konversi Minyak Tanah
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sampai dengan akhir Juli 2008, konsumsi BBM masih tinggi. Pemerintah akan menggenjot program konversi minyak tanah yang saat ini masih mencapai 30 persen dari target 1 juta kilo liter.
"Kalau kami bisa mempercepat bisa mengurangi konsumsi minyak tanah. Karena yang paling besar saat ini subsidi minyak tanah," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu hari ini.
Pemerintah akan mempercepat penyediaan tabung gas isi ulang dan mendorong Pertamina melakukan sosialisasi. "Program ini yang paling terpercaya untuk mengurangi konsumsi BBM," katanya. Dengan langkah itu, ia optimistis konsumsi BBM bisa ditekan.
Ketika disinggung mengenai asumsi minyak dalam APBN 2009, Anggito menilai harganya bisa diturunkan dari level US$ 130.
"Kemungkinan itu ada .Tapi terkompensasi oleh konsumsi yang tinggi," ungkapnya. Kalau konsumsi hanya mencapai 38,9 juta kilo liter, pemerintah dapat berhemat signifikan.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan konsumsi BBM tahun ini mencapai lebih dari 39 juta hingga 40 juta kilo liter.
Namun, ia menambahkan, pemerintah masih akan terus melihat pergerakan harga minyak dunia yang sekarang berada di bawah US$ 120 per barel.
"Outlook 2009 akan lebih baik dari 2008. Asumsi ekonomi tahun ini dan tahun depan akan tercapai," tuturnya.
Sorta Tobing