Topik
Rakyat Papua Minta MoU Langsung dengan Binladin Grup
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yoboisembut, menyambut baik rencana Binladin Grup berinventasi di bidang agrobisnis di Fak Fak dan Merauke, Papua. Sebelum membuka proyek, Forkorus mengajukan syarat, investor harus datang sendiri dan membuat MoU (nota kesepahaman) langsung dengan pemilik tanah di bawah pengawasan Dewan Adat Papua. “Tanpa itu kami menolak,” ujar Forkorus, Rabu (13/8).
Siapapun, menurut Forkorus, boleh mencari untung di tanah Papua. Asal, kata dia, mereka tidak membunuh adat-istiadat penduduk, cara pandang, dan menghapus otoritas rakyat. “Prinsip ekonomi yang kami bangun adalah untuk kesejahteraan rakyat,” katanya. Ia mencontohkan perusahaan tambang Freeport yang tidak mensejahterakan rakyat Papua. “Itu jangan terjadi lagi. Biarpun Jakarta setuju, kami tetap tidak.”
Papua, kata Forkorus, adalah wilayah otonomi khusus. Memiliki kekayaan alam berupa hutan, tambang, dan ladang pertanian yang luas. Logikanya, kata dia, kekayaan itu bisa mendatangkan uang banyak dan membuat rakyat sejahtera. “Faktanya tidak. Ini semua karena kewenangan kami mengelola wilayah dihilangkan,” katanya.
Dewan Adat, Forkorus menambahkan, belum menerima kabar dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Ia tidak akan menanyakan ihwal rencana investasi tersebut. Pemerintah pusat, provinsi, atau Binladin Grup, kata dia, mesti datang ke Papua. “Kami akan menunjukkan sumber daya alam mana yang cocok untuk investasi dan hutan mana yang dilingdungi.”
Kelompok usaha Binladin Grup dari Arab Saudi kemarin datang ke Jakarta. Mereka bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Vice Chairman Binladin Grup, Syejh Hassan H. Bin Ladin, perusahaannya akan menanamkan modal senilai 4,3 $US atau setara Rp 39 triliun. Menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, lahan yang dibutuhkan minimal 500 ribu hektare. “Mereka sudah memutuskan untuk berinvestasi, bukan sekadar rencana,” katanya.
Daerah Merauke dan Fak Fak sedang tampaknya menjadi incaran investor. Sebelum Binladin, beberapa perusahaan lokal membidik kawasan ini. Di antaranya Grup Medco, PT Bangun Cipta Sarana, PT Wolo Agro Makmur, PT Comexindo, dan PT Digul Agro Lestari.
Elik Susanto