Inco Bangun Pabrik di Pomalaa


TEMPO Interaktif, Jakarta: Produsen nikel, PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco), menganggarkan uang sebesar US$1,1 miliar - US$1,2 miliar untuk membangun pabrik pengolahan bijih nikel di Pomalaa Timur, Sulawesi Tenggara. Inco berharap izin pemerintah bisa diperoleh tahun ini.

"Kami sudah konsultasikan dengan pemegang saham mengenai pendanaan tersebut," ujar Direktur Utama Inco Arif Siregar hari ini. Menurut dia, dana yang dibutuhkan untuk investasi pabrik berkapasitas 30 ribu ton bijih nikel per tahun itu masih bisa berubah menjadi lebih besar atau malah lebih kecil.

Arif menyatakan, proposal izin pembangunan pabrik telah diajukan sejak April 2008. Jika izin dari pemerintah turun, kata dia, maka analisis mengenai dampak lingkungan dapat dijalankan. "Jika izin tahun ini diperoleh, analisis lingkungan memakan waktu 1-2 tahun, dan pembangunan pabrik 36 bulan," tutur dia.

Inco juga akan melanjutkan pembangunan konsesi miliknya di Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah. Hasil penambangan di Bahodopi akan diolah di pabrik nikel di Sorowako. Arif mengungkapkan cadangan nikel Inco diperkirakan hingga 38 tahun.

ARI ASTRI YUNITA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X