Bankir Selenggarakan Sertifikasi Risiko

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ikatan Bankir Indonesia (IBI) akan menyelenggarakan sertifikasi manajemen risiko untuk para bankir melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP). Tapi sebelumnya, IBI akan mendirikan asosiasi bankir yang mempunyai spesialisasi manajemen risiko.

“Asosiasi inilah yang selanjutnya merancang standar sertifikasi,” kata Ketua IBI Agus Martowardojo di Plaza Mandiri, hari ini.

Agus menjelaskan IBI sudah menerima surat permohonan pembentukan asosiasi manajemen risiko dari para bankir. Setelah terbentuk, IBI akan meminta izin Bank Indonesia untuk menyelenggarakan sertifikasi melalui LSPP. "Lembaga sertifikasi boleh lebih dari satu, jadi kami akan mengadakan sendiri," ujar dia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Fadjrijah mengatakan tidak mempersoalkan pihak dan jumlah penyelenggara sertifikasi manajemen risiko. Bank sentral, ujarnya, hanya berkepentingan memastikan bankir mampu mengelola risiko. “Kalau ada pihak lain yang ingin menyelenggarakan sertifikasi, silahkan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, saat ini terjadi polemik tentang siapa yang berhak menyelenggarakan sertifikasi manajemen risiko. Sejak tiga tahun lalu, sertifikasi diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR).

Badan ini adalah lembaga independen yang didirikan Indonesian Risk Professional Association. Badan ini didukung Bank Indonesia yang berkepentingan akan adanya lembaga sertifikasi untuk menjalankan program Arsitektur Perbankan Indonesia, terkait dengan peningkatan manajemen risiko.

Di lain pihak, Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) dan IBI menginginkan sertifikasi berada di bawah IBI. Perbanas lalu meminta revisi Peraturan Bank Indonesia, terutama mengenai program penyegaran dan konversi sertifikasi manajemen risiko untuk pengurus bank.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad mengatakan masih menggodok sejumlah usulan perubahan tersebut bersama BSMR dan Perbanas. “Tiga usulan Perbanas bisa dipahami untuk dilakukan revisi,” kata dia saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jumat lalu.

EKO NOPIANSYAH