Topik
Studi: Pil Kontrasepsi Dapat Membuat Wanita Salah Pilih Pasangan
TEMPO Interaktif, Paris: Pil kontrasepsi yang digunakan puluhan juta wanita di seluruh dunia dapat mengacaukan kemampuan bawaan mereka untuk mengendus partner yang kompatibel secara genetis, menurut studi yang dirilis hari ini.
Umumnya wanita tertarik secara insting, melalui indra penciuman mereka, kepada pria yang memiliki susunan genetik yang berbeda.
Profil gen yang terlalu sama dapat mengakibatkan kesulitan mendapatkan anak, risiko yang tinggi akan keguguran, dan sistem imun yang lebih lemah.
Sejumlah 140 gen di area yang disebut Major Histocompatibility Complex (MHC)--yang membantu membangun protein yang terlibat dalam tanggap imun tubuh--juga memainkan peran kunci dalam bau melalui interaksi dengan bakteri kulit.
Bagaimana gen ini diekspresikan dapat membantu menentukan individu mana yang menarik seseorang.
Satu tim dipimpin Craig Roberts di Universitas Newcastle, Inggris, melakukan sebuah eksperiman untuk mencari tahu pengaruh pil terhadap preferensi bau.
Seratus perempuan ditanyai untuk mengindikasikan enam sampel bau tubuh laki-laki yang paling menarik, baik sebelum dan setelah menggunakan pil kontrasepsi. Bau pria diambil dari 97 sukarelawan.
"Hasilnya menunjukkan preferensi wanita yang menggunakan pil kontrasepsi berubah terhadap pria yang memiliki bau sama secara genetika," ujar Roberts.
Riset itu tidak hanya menyimpulkan bahwa penggunaan pil dapat menyebabkan wanita memilih Mr. Wrong, namun juga berpotensi menimbulkan malapetaka pada pasangan.
"Ini dapat membawa pada kehancuran hubungan ketika wanita berhenti menggunakan pil kontrasepsi, saat persepsi bau memainkan peran signifikan dalam menjaga ketertarikan pada partner."
Kontrasepsi oral mengkombinasikan dua hormon, oestrogen dan progestogen, yang mencegah kesuburan wanita normal.
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Science.
AFP/Erwin Z:





