Manchester City Didera Krisis

Koran Tempo, Jakarta:

MANCHESTER - Klub Inggris, Manchester City, kini terjerembap dalam krisis internal menyusul ketidakpastian nasib sang pemilik, Thaksin Shinawatra. Kesulitan keuangan membuat klub itu berencana menjual sejumlah pemain kuncinya. Rencana itu pun membuat pelatih Mark Hughes kecewa dan bersiap mundur.
Thaksin, yang membeli City pada Juli 2007, kini dinyatakan sebagai buron oleh pemerintah Thailand. Mantan perdana menteri itu, pada Ahad malam lalu, melarikan diri ke Inggris demi menghindari pengadilan korupsi yang akan digelar keesokan harinya. Istrinya, yang menyertainya kabur, sudah divonis tiga tahun penjara karena penggelapan.
Nasib Thaksin itu tak pelak bakal berpengaruh pada The Citizen, julukan Manchester City. Maklum, Thaksin bisa kehilangan asetnya yang bernilai tak kurang dari 800 juta poundsterling (Rp 13,8 triliun), yang telah dan akan dibekukan pemerintah Thailand.
Pengaruh terhadap keseharian City justru sudah terasa sejak bulan lalu. John Wardle, ketua klub yang baru mundur sebulan lalu, mengungkapkan bahwa sebelum lengser dia harus meminjamkan uang 2 juta poundsterling (Rp 34,5 miliar) agar klub itu bisa menggaji para pegawai.
Sejak bulan lalu pula kabar soal rencana penjualan Stephen Ireland ke Sunderland dan Vedran Corluka ke Tottenham gencar mengemuka. Bek muda Michael Johnson juga disebut-sebut akan dilepas ke Arsenal.
Kabar itu membuat Hughes sangat kecewa karena ketiga pemain tersebut merupakan tokoh kunci di timnya. Kondisi itu jelas tak sesuai dengan janji Thaksin, saat menunjuk Hughes menggantikan Sven-Goran Eriksson, untuk memberi banyak uang buat belanja pemain.
Hughes hanya sekejap menikmati janji itu, yakni dengan diizinkannya membeli penyerang Brasil, Jo, senilai 19 juta poundsterling. Kini, bukan pemain baru lainnya yang datang, justru para pemain kunci di timnya akan dipreteli. Menurut The Sun, Hughes sangat kecewa dengan kondisi yang sudah tak terkontrol ini. Dia pun kini siap mundur dari jabatannya.
Problem di tubuh City bukan hanya itu. Otoritas Liga Primer kini juga terus memantau perkembangan kasus Thaksin. Sebelumnya, pria berusia 59 tahun itu dinyatakan lolos fit and proper test untuk memiliki klub Liga Inggris. Tapi dengan kasus hukum yang kini melilitnya, bukan tak mungkin statusnya itu akan diubah.AFP | THE SUN | NURDIN