Pemuda Aceh Peringati MoU Helsinki di Bundaran HI
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan pemuda Aceh malam ini menggelar aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia. Aksi digelar untuk memperingati tiga tahun fakta perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh merdeka.
"Kami berharap perdamaian akan terus terjaga," ujar Koordinator Aksi, Zulkarnaini Kamis, (14/8).
Aksi dimulai sekitar pukul 21.00 WIB oleh koalisi Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Aceh-Jakarta, Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh-Jakarta dan Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara. Mereka berkumpul dipinggiran budaran HI sambil menggelar spanduk dan menyalakan obor.
Aksi juga dihadirfi oleh sejumlah tokoh Aceh. Beberapa di antara mereka adalah Nurdin Abdurrahman, mantan juru runding GAM yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bireun. Direktur Komunikasi Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi, Juanda, dan anggota dewan fraksi Golkar dari wilayah pemilihan Aceh.
Fakta perdamaian Aceh diawali oleh pertemuan tripartit yang digelar pemerintah Helsinki dengan pihak yang bertikai pada tanggal 15 Agustus 2005. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan persengketaan yang telah berakar sejak 30 tahun lamanya.
Dalam pernyataan sikapnya, koalisi mendesak pemerintah mengimplementasikan butir-butir kesepakatan Helsinki secara konsisten. Mereka juga meminta siapapun yang terpilih sebagai penguasa pasca pemilu 2009 untuk tetap konsisten menjaga perdamaian demi kesejahteraan masyarakat Aceh.
Selain itu, koalisi juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan Badan Reintegrasi Aceh. Badan yang dibentuk atas amanat Mou itu dinilai gagal mengelola anggaran bagi kelompok korban perang. "Bayak yang tidak optimal," kata Dedy Satria, Koordinator Bidang Informasi dan Komunikasi IMPAS.
Di tengah-tengah aksi, demonstran melepas tiga pasang merpati putih sebagai simbol perdamaian. Aksi berjalan dengan lancar tanpa hambatan bagi pengguna jalan raya. Belasan petugas Kepolisian tampak tersebar di sekitar lokasi demontrasi. Hingga berita ini ditulis aksi belum berakhir.
Riky Ferdianto
Komentar (2)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Ngos-ngosan Naik Tangga? Performa Seksual Jelek
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly
- Ngaku Anak Kapolri, Wanita Ini Dipenjara
- Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas
- Tunisia Tahan Amina Tyler, Demonstran Bugil
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Rumah Sakit Swasta Ini Batal Mundur dari KJS














