Harga Minyak Naik Merespon Laporan Cadangan Minyak AS

TEMPO Interaktif, London: 

 

London --  Harga minyak dunia kembali naik hari ini setelah data menunjukkan penurunan lebih besar cadangan minyak AS dari yang diperkirakan selama puncak musim permintaan.

Kontrak utama New York light sweet crude untuk pengiriman September, naik 1,10 dolar menjadi 117,10 dolar per barel. Sebelumnya harga telah naik 2,99 dolar kemarin.

London's Brent North Sea crude untuk pengiriman September naik 1,05 dolar menjadi 114,52 hari ini setelah naik 2,32 dolar kemarin.

"Minyak telah kembali naik setelah penurunan pada beberapa sesi perdagangan sebelumnya sebagai reaksi atas laporan cadangan yang menunjukkan penarikan cadangan bensin yang sangat substansial," kata analis energi Victor Shum dari Purvin dan Gertz di Singapura..

Departemen Energi AS kemarin melaporkan bahwa cadangan minyak tanah dan bensin telah menurun 6,4 juta barel pada 8 Agustus.  Angka itu lebih buruk dari perkiraan pasar yang turun 2,0 juta barel.

Cadangan minyak tanah menjadi perhatian saat ini saat pengguna motor Amerika melakukan perjalanan jauh untuk liburan musim panas mereka, yang memicu peningkatan permintaan untuk bahan bakar.

Meskipun terjadi  peningkatan, Shum mengatakan penurunan permintaan energi global akibat dari melemahnya ekonomi AS, Eropa dan Asia kemungkinan menurunkan harga minyak. 

"Pasar saat ini nampaknya mengabaikan isu sisi penawaran yang dapat muncul dari risiko geopolitik," tambahnya.

"Kekhawatiran atas ekonomi AS dan meluasnya pelambatan ekonomi Eropa dan Asia dapat mendorong harga minyak lebih rendah karena beberapa isu pasokan telah diabaikan pasar," kata Shum.

Para dealer mengatakan bahwa gangguan pasokan surut setelah Rusia dan Georgia setuju atas rencana perdamaian yang dimediasi Prancis setelah beberapa hari keduanya terlibat pertempuran.

AFP/Erwin Z