Topik
Perampokan di Bali Kian Marak
TEMPO Interaktif, SINGARAJ:Perampokan nasabah bank di Bali kian marak. Secara berturut-turut terjadi di Denpasar dan Singaraja. Tapi hingga kini polisi belum berhasil mengetahui identitas pelaku.
Perwira Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Polres) Buleleng, Komisaris Polisi Made Sudirsa, ketika dihubungi Tempo, Kamis (14/8), mengatakan masih terus melakukan penyelidikan kasus perampokan yang menimpa Sri Kusuma Dewi, 28 tahun, salah seorang nasabah Bank Central Asia (BCA) Singaraja.
Peristiwa perampokan terjadi Rabu, 13 Agustus. Sri Kusuma Dewi yang mengendarai mobil Suzuki APV, nomor polisi DK 1276 BZ, baru saja mengambil uang Rp 76 juta untuk membayar tagihan hutang pada sebuah toko di Singaraja. Sekitar seratus meter setelah meninggalkan bank, mobil yang dikemudikan adiknya, Made Agus Kurniawan, 25 tahun, oleng karena salah satu ban belakang kempes.
Keduanya segera melihat ban yang kempes. Tapi pada saat bersamaan dua orang lelaki berboncengan sepeda motor menghampiri. Dengan cepat uang yang disimpan dalam tas di kursi depan mobil diambil, lalu kedua lelaki itu kabur.
Modus operandi yang sama menimpa Matheus Dilekraf, 45 tahun, seorang Pastur di Gereja Katholik Keusukupan Desa Tuka, Kecamatan Dalung, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (12/8). Uang Rp 87 juta miliki gereja, yang baru saja diambil dari bank BCA di Jalan Mohamad Yamin, Renon, Denpasar, raib. Made Mustika