Lapangan Terbang Jember Tunggu Ijin Operasi Departemen Perhubungan


TEMPO Interaktif, JEMBER:Kepala Dinas Perhunungan Jember, Sunarsono, mengatakan pengoperasian lapangan terbang Notohadinegoro Jember secara komersil dan reguler harus menunggu ijin Departemen Perhubungan Pusat.

Kepada Tempo, Kamis (14/8), ia menyatakan optimistis ijin tersebut akan diperoleh setelah dilakukan uji coba pendaratan Rabu kemarin. Seluruh masalah tekhnis yang berkaitan dengan kelayakan lapangan terbang, seperti penjelasan pilot, telah dikirimkan melalui fax ke Jakarta.

Uji coba pendaratan dilakukan sebuah pesawat tipe LET 410 buatan republik Cekoslovakia milik Tri MG Intra Asia Airlines. Pesawat yang dikemudikan oleh pilot Wahyudi Kurniawan dan Co pilot Bambang Ontoseno, dengan mengangkut 15 orang penumpang dari Bandara Juanda Surabaya, mendarat dengan mulus.

Sunarsono juga mengaku optimistis terhadap respon pasar. Bagi masyarakat Jember, juga Lumajang dan Bondowoso yang membutuhkan kenyamanan dan kecepatan perjalanan, penerbangan melalui lapangan terbang Notohadinegoro sangat diperlukan. Penerbangan dari Surabaya hanya 30 menit, sedangkan menggunakan bis butuh waktu hingga empat jam.

Sejumlah warga juga sudah tampak mendatangi kantor pengelola lapangan terbang itu untuk menanyakan jadwal maupun rute penerbangan.

Meski ijin penerbangan reguler belum didapat, Pemkab Jember, bekerjasama dengan Tri MG Intra Asia Airlines, sudah menetapkan jadwal penerbangan. Dalam seminggu akan ada enam kali penerbangan dari Jember - Surabaya dan sebaliknya. Setiap hari dilakukan tiga hingga 4 kali penerbangan. Harga tiket Jember Surabaya, Rp 300.000. Mahbub Djunaidy

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X