Dari 5 Pasien Flu Burung di Indonesia, 4 Meninggal
TEMPO Interaktif, Washington: Kabar mengagetkan muncul dari sebuah laporan yang dipublikasikan, Rabu (13/8), akibat diagnosis dan tindakan yang terlambat menyebabkan 80 persen pasien yang terinfeksi virus H5N1 avian influensa di Indonesia meninggal.
Sebuah analisa yang disebarluaskan di Indonesia, negara yang paling parah diserang wabah flu burung ini, menegaskan, penanganan yang cepat dengan obat-obatan anti virus bisa menyelamatkan nyawa pasien. Namun petugas kesehatan setempat tidak terlatih dalam mendiagnosa flu burung dan kerap kali tidak memiliki obat-obat yang diperlukan.
Dari seluruh kasus virus H5N1 avian influenza yang menginfeksi manusia di seluruh dunia, sekitar sepertiganya ada di Indonesia. Kasus ini menyebabkan 243 orang terbunuh dari 385 pasien sejak 2003 di sekujur dunia.
Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia, 135 orang terinfeksi dan 110 pasien diantaranya meninggal di Indonesia. Artinya dari lima pasien yang menderita virus berbahaya ini, empat di antaranya meninggal.
Dr. Toni Wandra dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta dan beberapa koleganya menganalisa kasus-kasus selaam Februari, dan ditemukan rata-rata enam pasien per haris dirawat di rumah sakit. Laporan ini diterbitkan dalam salah satu edisi Lancet, jurnal kesehatan terkemuka di Inggris.
REUTERS | BOBBY CHANDRA