Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Turun
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Laju pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga dan keempat tahun ini diperkirakan akan turun dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini dipicu oleh turunnya harga komoditas, terutama minyak sawit.
"Sisa semester tahun ini akan menurunkan pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi nilai ekspor," ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi hari ini (14/8) kepada Tempo Newsroom seusai acara penghargaan Freedom Institute, Jakarta.
Ia menjelaskan kuartal kedua 2008 perekonomian Indonesia tumbuh 6,39 persen dibanding tahun sebelumnya dengan kontributor terbesar dari ekspor minyak sawit. Namun, saat ini harga komoditas telah turun seiring dengan turunnya harga minyak yang berada di bawah US$ 120 per barel.
"Tapi masalahnya sekarang bukan pada growth (pertumbuhan). Justru tekanan inflasi, yang sekarang telah mencapai 11,9 persen. Itu harus diwaspadai," katanya.
Oleh sebab itu, ia melihat penurunan harga komoditas akan berdampak baik bagi tekanan inflasi. Dengan turunnya harga maka daya beli masyarakat akan pulih dan inflasi akan turun. Konsumsi juga akan tinggi di sisa tahun 2008 ini karena diikuti hari raya Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.
Bayu optimis kondisi ekonomi Indonesia akan lebih baik pada kuartal ketiga dan keempat 2008 dibanding kuartal sebelumnya. "Akan terjadi trade off (pertukaran). Pertumbuhan ekonomi masih di tingkat bagus (6 persen), demand (permintaan) dalam negeri naik, dan inflasi turun," tambahnya.
Sorta Tobing/Tempo Newsroom
Web via