Menteri Jamin Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran


TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo memastikan penggunaan anggaran pendidikan yang telah dinaikkan menjadi 20 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009 akan tepat sasaran. “Pengawasannya berlapis,” katanya usai menghadiri pidato kenegaraan Presiden di Gedung DPR, hari ini.

Pengawasan penggunaan anggaran, kata Bambang, akan dilakukan inspektorat jenderal di departemennya. Selain itu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan juga dilibatan dalam pengawasan. “Saya juga memeriksa semua aduan yang masuk dari masyarakat,” kata Bambang.

Ia mengancam akan memberi sanksi bagi siapapun yang berani menyelewengkan dana pendidikan. Sejumlah kepala sekolah, kata Bambang, telah mendapat sanksi. “Siapapun yang melakukan pelanggaran akan saya tindak sesuai dengan peraturan,” katanya.

Dana pendidikan, kata Bambang, akan disalurkan langsung ke sekolah-sekolah. Sistem distribusi dana secara langsung ke sekolah, lanjutnya, membuat pengawasan lebih banyak ditingkat sekolah.

Selain itu sistem distribusi langsung juga efektif untuk penyerapan anggaran. “Depdiknas termasuk yang penyerapannya baik. Tahun lalu kami mencapai 93 persen, itu tinggi. Biasanya mencapai 95 persen lebih,” tutur Bambang.

Departemen Pendidikan Nasional, kata Bambang, semula mendapatkan anggaran Rp 52 Triliun. Anggaran ini kemudian ditambah Rp 46 Triliun lagi. Namun uang Rp. 46 ini dibagi ke dua departemen, yaitu Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.

Selain dua departemen tersebut, uang juga dialirkan ke daerah. “Kami belum tahu dapat berapa karena menteri keuangan yang akan memutuskan,” katanya.

Namun ia memastikan tambahan anggaran pendidikan akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan guru negeri dan swasta dan peningkatan mutu Sekolah Menengah Kejuruan. “Akan dilakukan besar-besaran,” ujar dia.

(Dwi Riyanto Agustiar)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X