Kasus Kereta Limex, Pengatur Perjalanan Diduga Lalai


TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal menduga ada dua kemungkinan yang menyebabkan tabrakan Kereta Api Limex Sriwijaya dan Kereta Api Babaranjang di Stasiun Labuhan Ratu, Bandarlampung, Sabtu (16/8) pagi.  "Kemungkinan pertama karena kelalian pemimpin perjalanan kereta api atau ada gangguan pada wessel-nya, itu yang sedang dicek," kata Jusman.

Jika memang ditemukan kesalahan karena kelalalian petugas, menurut Jusman, pilihannya adalah mutasi. Mengenai jumlah korban, Jusman menyatakan menerima laporan delapan orang tewas, dua luka parah, dan 40 luka ringan. "Dari yang meninggal, dua di antaranya petugas kereta api," ujar dia.

Dari Laporan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi, Jusman menambahkan, Kereta Babaranjang yang merupakan kereta barang dalam kondisi berhenti, kemudian ditabrak Kereta Limex Sriwijaya yang merupakan kereta penumpang.  "Kereta Babaranjang itu berhenti untuk menunggu Kereta Prabumulih." Adapun Kereta Limex, masuk ke lintasan kereta atau jalur kereta nomor tiga. "Seharusnya  Limex masuk ke jalur dua, jadi boleh dikatakan kereta penumpang tersebut masuk ke jalur yang bukan seharusnya," kata Jusman.

Kondisi ini, biasa disebabkan oleh human error atau kelalaian petugas yang dipicu oleh kendala operasional karena wessel atau perangkat perpindahan rel tidak berfungsi. "Saya melihatnya yang harus diteliti kenapa dia salah belok," kata Jusman.

Anton Aprianto
 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X