Akibat Tabrakan, PT Kereta Api Rugi Rp 5 Miliar


TEMPO Interaktif, Bandarlampung: PT Kereta Api Indonesia Subdivisi Regional Tanjung Karang mengalami kerugian sekitar Rp 5 miliar akibat tabrakan kereta penumpang Limex Sriwijaya, Sabtu (16/8) tadi pagi.   Kerugian ini akibat dua lokomotif dan tiga gerbong kereta penumpang rusak  parah. “Butuh biaya besar untuk memperbaiki, sekitar  Rp. 5 miliar,” kata juru bicara  PT KAI Subdivre Tanjung Karang, Zakaria.

Hingga malam ini petugas masih mengevakuasi tiga gerbong yang ringsek.  Mereka memotong dan memindahkan badan kereta yang berantakan itu.  “Kami kerja keras agar kereta lain tak terganggu,"  katanya. Setidaknya saban hari ada 18 kali kereta batu bara dari Muara Enim Sumatera Selatan.

Kereta api penumpang Limex Sriwijaya bertabarakan dengan kereta pengangkut batu bara Babaranjang di Kampung Baru, Kedaton. Bandar Lampung atau sekitar dua kilometer dari Stasiun Labuhan Ratu Bandar Lampung. Akibat kecelakaan itu, tujuh (bukan delapan) orang tewas dan 89 lainnya luka.

Sepuluh saksi  diperiksa di Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung. Mereka adalah masinis Subandrio, asisten masinis Men Utama, kondektur Akmal, Sutrisno dan Fajar Ali, masing-masing  pengawas perjalanan kereta. Berikutnya Supangat juga masisinis, Puryanto, Efendi dan Eko, kepala Stasiun Labuhan Ratu. ”Mereka bisa menjadi tersangka,” kata Kepala Kepolisian Kota Besar Bandar Lampung, Komisaris Besar Syauqie Ahmad.

Nurochman Arrazie

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X