Acer Aspire One, Untuk Penggila Internet
TEMPO Interaktif, Jakarta:Acer akhirnya melansir laptop supermini mengikuti Asus dan Hewlett-Packard. Mereka menyebut laptop berlayar 9,9 inci ini, Acer Aspire One, sebagai netbook. Laptop yang didesain untuk menjelajah Internet.
Mereka yang terbiasa dengan laptop bertenaga untuk, misalnya, program grafis atau game, laptop ini jelas bukan pilihan. Untuk kepentingan bisnis pun kurang cocok. Jika kebutuhannya adalah membuka Internet di mana pun tempatnya, laptop ini bisa menjadi pilihan.
Presiden Direktur Acer Indonesia Jason Lim mengatakan laptop konvensional memang bisa dipakai menjelajahi Internet, tapi ukurannya terlalu besar. Sedangkan ponsel terlalu kecil. "Aspire One didesain untuk content consumption," kata Lim.
Jadi Acer merancang laptop yang peruntukannya hanya mengirim e-mail, chatting, berbagi data, dan menjelajahi Internet. "Untuk melakukan ini tidak dibutuhkan perangkat yang berat dengan banyak aplikasi di dalamnya," katanya. Acer juga melengkapi laptop ini dengan kamera sehingga mempermudah para penggemar melakukan chatting.
Acer agaknya ingin membedakan diri dengan laptop superkecil Asus Eee PC, yang mengguncangkan dunia. Asus ini dikenal sebagai laptop sangat murah. Ini sebabnya, Acer memposisikan diri sebagai netbook alias perkakas penjelajah Internet.
Karena dirancang untuk menjelajahi Internet, Aspire One menggunakan peranti keras mendukung keinginan ini. Prosesor, misalnya, menggunakan Intel Atom, yang memang didesain untuk jenis ini. Di Indonesia, baru Aspire One yang menggunakan prosesor terkecil Intel ini.
Intel mendesain prosesor jenis Atom ini untuk perkakas kecil yang tidak rakus energi. Selain dirancang untuk laptop superkecil, Atom dirancang untuk ponsel cerdas atau PDA. Karena memang dirancang untuk menjelajahi Internet, kapasitas simpan internal hanya 8 gigabita. Jika kurang puas, pengguna Acer ini bisa memanfaatkan dua slot kartu memori dan tiga slot USB.
"Kalau kita mau berbagi file dan membutuhkan kapasitas yang lebih besar, tinggal masukkan kartu ke slot expansion, memori dalam netbook secara otomatis akan bertambah," ujar Manajer Pemasaran Produk Husen Halim.
Laptop seharga US$ 490 ini menggunakan sistem operasi Linux yang dikembangkan perusahaan Taiwan, Linpus Technology, yaitu Linpus Lite. Salah satu aplikasinya, One Mail, dapat mengendalikan enam e-mail account sekaligus.
Linpus Lite ini versi Linux Linpus untuk perkakas yang tidak terlalu canggih. Selain dipakai Acer Aspire One, dua laptop kecil lain--Norhtech Gecko dan Airis Kira Series--menggunakan Linux buatan Taiwan ini sebagai sistem operasi standarnya.
Tampilan layar Aspire One terbagi empat bagian, yaitu Connect untuk akses ke Internet, Work untuk akses ke aplikasi kantor, Files untuk akses ke data, dan Fun untuk akses ke aplikasi-aplikasi multimedia. Untuk sementara, Aspire One menggunakan Wi-Fi untuk berhubungan dengan Internet. Tapi Acer berjanji, pada edisi berikutnya, laptop ini akan dilengkapi port 3G dan Wi-Max. Kartika Candra (Koran Tempo)
Spesifikasi:
Tipe: Ultra-portable
Koneksi Internet: 10/100 LAN, 802.11b, 802.11g
Port USB: 3
Layar: 8,9 inci 1.024 x 600 piksel
Kapasitas: 8 gigabita
Dimensi: 29 x 249 x 170 mm
Berat: 0,995 kg
Prosesor: Intel Atom 1,6 GHz
RAM: 512 MB
Fitur: Kamera web, MMC reader, VGA, One Mail
Harga: US$ 490 (sekitar Rp Rp 4,5 juta)






Web via