Malaysia Tolak Kongres Anti Islam di Jerman
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Malaysia menyuarakan protes terhadap konferensi anti-Islam di Jerman bulan depan yang dianggap sebagai salah satu bentuk provokasi dan berniat jahat terhadap umat Islam di seluruh dunia.
Menteri Luar, Datuk Seri Dr Rais Yatim, mengatakan Senin (18/8), Malaysia kecewa terhadap dukungan pada Kongres Anti-Islam yang direncanakan berlangsung pada 19 hingga 20 September ini di Cologne, Jerman, yang dapat membangkitkan kemarahan dunia Islam.
Persidangan itu disponsori oleh Pro Koeln, organis beraliran kanan yang mempunyai lima kursi dalam majelis kota Cologne pada 2004 dan parti politiknya, Pro NRW.
Rais meminta peemrintah Jerman menimbang lagi izin untuk mengadakan kongres tersebut yang bisa memantik sentimen anti-Islam dan kebencian rasis sehingga membawa pada kehancuran.
Justru, kata Rais pada situs berbahasa Melayu, Berita Harian, Malaysia sudah mengirim surat bantahan pada pemerintah Jerman melalui kedutaannya di Kuala Lumpur baru-baru ini.
"Malaysia bersama masyarakat internasional terutama negara Islam menentang kongres ini yang tidak bermanfaat dan hanya meningkatkan sentimen kebencian antar-agama. Jika diteruskan juga, mau atau tidak, peemrintah Jerman perlu bertanggung jawab sepenuhnya kendati pun kongres ini didukung oleh organisai peemrintah di negara itu," ucapnya.
BOBBY CHANDRA
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- Dahlan Iskan: KJS Ditolak, Askes Dievaluasi














