Analis: Kredibilitas BI Hancur


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat ekonomi menilai kredibilitas Bank Indonesia perlahan-lahan hancur seiring dengan terbongkarnya kasus-kasus korupsi yang terjadi di bank sentral itu.

Terakhir, anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR 1999-2004 Agus Condro mengaku menerima dana Rp 500 juta setelah Miranda Goeltom terpilih menjadi Deputi Gubernur Senior pada Juni 2004.

"Secara kinerja, terbongkarnya kasus itu tidak berpengaruh. Tapi kredibilitas BI sangat terganggu," ujar analis ekonomi Indef Aviliani hari ini.

Menurutnya, Gubernur BI saat ini, Boediono, tidak terlibat dengan hancurnya kredibilitas itu. "Selama dipimpin dengan Boediono tidak banyak menimbulkan gejolak. Ia juga sudah mendapat kepercayaan masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, BI sebaiknya membuka diri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membongkar kasus yang terjadi dan memperbaiki sistem yang ada.

Hal senada juga diungkapkan ekonom Indef Imam Sugema. "Gubernur BI harus mendukung investigasi KPK," katanya. Karena jika KPK tebang pilih citra BI akan lebih buruk.

Ia melanjutkan dengan terbongkarnya semua setiap kasus yang terjadi di BI maka bank sentral itu akan lebih bersih.

Sorta Tobing

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X