Beberapa Jus Buah Dapat Mengganggu Penyerapan Obat


TEMPO Interaktif, Washington: Jus jeruk dan apel dapat mengganggu kemampuan tubuh menyerap obat tertentu dan membuat obat-obatan kurang efektif. Hal ini berdasarkan studi peneliti Kanada yang dirilis kemarin di Amerika Serikat.

Riset itu menunjukkan bahwa buah-buah itu dapat mengurangi efektivitas obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati penyakit hati, kanker, infeksi transplantasi organ. "Secara potensial menghilangkan efek manfaatnya," ujarnya.

David Bailey, profesor farmakologi klinis di University of Western Ontario dan pemimpin penelitian itu, merupakan peneliti pertama yang mengidentifikasi potensi buah jeruk untuk penyerapan obat tertentu dua dekade lalu.

Temuan baru ini muncul sebagai bagian dari risetnya atas subyek itu dan dipresentasikan di pertemuan tahunan ke-236 American Chemical Society di Philadelphia, Pennsylvania.

"Baru-baru ini kami menemukan bahwa jeruk dan buah-buahan lainnya secara substansial mengurangi penyerapan obat-obatan oral tertentu yang melewati usus secara cepat," ujarnya.

"Masalahnya adalah hilangnya manfaat pengobatan mendasar untuk pengobatan kondisi medis yang serius,"  ujarnya.

Sukarelawan sehat diuji menggunakan fexofenadine ---antihistamine yang digunakan untuk mengatasi alergi-- bersama segelas jus jeruk, segelas air dengan naringin (yang memberi rasa jus jeruk) atau air putih.

Mereka yang minum jus jeruk menyerap hanya setengah fexofenadine, dibandingkan mereka yang minum air putih.

Para peneliti mengatakan air dengan naringin akan memblok "pembawa obat kunci, disebut OATP1A2, yang terlibat dalam mengantarkan obat dari usus kecil ke aliran darah."

"Memblok pengantar ini mengurangi penyerapan obat dan menetralkan manfaat potensialnya," ujar peneliti.

"Secara kontras, obat-obat yang disertai jus jeruk akan memblok enzim metabolisme obat yang penting, disebut CYP3A4, yang biasanya mengurai obat."

Di antara obat yang dipengaruhi komsumsi jeruk dan apel, adalah etoposide (agen antikanker), beta blockers (atenolol, celiprolol, talinolol) yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan  mencegah serangan hati, dan antibiotik tertentu (ciprofloxacin, levofloxacin, itraconazole).

Hal ini  juga mempengaruhi cyclosporine, obat untuk mencegah penolakan organ-organ transplantasi, dan lebih banyak obat lagi diharapkan bertambah dalam daftar dengan riset yang terus berlangsung.

Bailey mengatakan pasien harus berkonsultasi dengan dokter terkait minum obat dengan jus, dan tetap menggunakan air putih ketika minum obat.

"Ini hanya permukaannya," kata Bailey. "Saya yakin kami akan menemukan lebih banyak obat yang akan terpengaruh."

AFP/Erwin Z

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X