Harga Minyak Naik setelah Cadangan Minyak AS Jatuh
Topik
TEMPO Interaktif, Singapura: Harga minyak naik hari ini setelah terjadi penurunan lebih besar cadangan minyak AS dari yang diperkirakan. Namun aksi ambil untung kemungkinan terbatas, kata para analist.
Kontrak minyak light New York untuk pengiriman Oktober naik 1,25 dolar menjadi 116,81 dolar per barel. Kontrak September berakhir pada penutupan perdagangan New York kemarin.
Harga minyak Laut Utara brent untuk pengiriman Oktober 1,16 dolar atau lebih tinggi dari kemarin 115,52 dolar.
Peningkatan ini menyusul laporan Departemen Energi AS bahwa stok cadangan minyak AS meningkat jadi 9,4 juta barel di minggu kedua Agustus.
Namun, Departemen mengatakan cadangan minyak menurun jadi 6,2 juta barel minggu lalu, dibandingkan perkiraan pasar akan penurunan 2,4 juta barel.
"Orang mengamati penarikan cadangan minyak," ujar Tetsu Emori, manajer di manajemen aset Astmax di Tokyo.
Cadangan minyak terus diamati saat ini, ketika pengendara motor Amerika melakukan perjalanan untuk liburan musim panas yang memicu permintaan minyak.
Namun analist mengatakan permintaan keseluruhan untuk minyak di AS, yang merupakan konsumen energi terbesar di dunia, telah jatuh dan ada kekhawatiran akan permintaan yang melambat di mana-mana.
AFP/Erwin Z
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi













