Penghargaan LIPI untuk Ahli Sejarah Ekonomi dan Wartawan Iptek  


TEMPO Interaktif, Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menganugerahkan penghargaan Sarwono Prawirohardjo ke-7 kepada ahli sejarah ekonomi Thee Kian Wie dan jurnalis ilmu pengetahuan dan teknologi Ninok Laksono. Penghargaan itu diberikan oleh Kepala LIPI Umar Anggara Jenie pada Rabu lalu.

Thee, 73 tahun, seorang ahli peneliti utama LIPI, dianggap sebagai ahli sejarah ekonomi yang mumpuni dan satu-satunya di Indonesia. Kredibilitasnya mendapat pengakuan dari komunitas ilmuwan, baik dalam maupun luar negeri. "Dia kalem, tenang, namun berisi," kata Umar.

Sedangkan, Ninok, 52 tahun, yang bekerja untuk Harian Kompas dinilai sukses menyebarkan informasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik yang berkembang di dunia maupun Indonesia. "Karya tulis jurnalistiknya seolah menjadi penyambung lidah para ilmuwan kepada masyarakat Indonesia secara umum," kata Umar.

Acara pemberian penghargaan itu disambung dengan Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture ke-8. Tahun ini, LIPI mengundang Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk memberikan "kuliah umum".

Saat menyampaikan "kuliahnya", Siti menekankan kembali bahwa Konvensi Hak atas Properti Intelektual yang selama ini mengkapitalisasi ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata juga menihilkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Hal itu disampaikan Siti terkait dengan keputusannya menghentikan sementara suplai sampel virus flu burung kepada World Health Organization.


Wuragil

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X