Pakar: Mesin Mati Bukan Satu-satunya Penyebab Kecelakaan

TEMPO Interaktif, Madrid: Penyelidik berupaya menemukan penyebab jatuhnya pesawat turis Spanyol saat tinggal landas dari bandara Madrid yang menewaskan 153 orang dalam kecelakaan pesawat terburuk beberapa dekade ini.

Para pakar mengatakan kebakaran di mesin tidak cukup menjelaskan kecelakaan itu dan penyebab lain yang harus disalahkan. Pesawat itu seharusnya membelok ke kiri jika mesin kiri mati.

Satu mesin Spanair MD-82 terbakar saat tinggal landas dari bandara Barajas menujut Las Palmas di Kepulauan Canary pada pukul 2.45 pm, Rabu, waktu setempat, kata media Spanyol berdasarkan laporan saksi mata.

Pesawat yang oleng itu membelok ke kanan landasan sebelum hancur dengan api menyebar cepat melalui badan pesawat.

MenteriTransportasi Spanyol Magdalena Alvarez mengatakan 153 orang tewas dan 19 terluka, dua di antaranya belum teridentifikasi.

Ada 162 penumpang di pesawat bersama 10 kru pesawat, empat di antaranya terbang sebagai penumpang. 22 anak-anak termasuk di antara penumpang, dua di antaranya adalah bayi.

Alvarez mengatakan MD-82 baru saja tinggal landas, namun tidak jelas apakah roda belakang pesawat telah terangkat dari landasan.

Dia mengatakan pesawat itu awalnya telah dibawa menuju ke landasan, sebelum dikembalikan karena mengalami masalah teknis, yang menyebabkan penundaan satu jam dari jadwal keberangkatan.

Dua kotak hitam telah ditemukan dan sedang dianalisa.

Media Spanyol mengatakan pilot telah mendapat sinyal kerusakan di indikator temperatur luar,  yang kemudian diperbaiki sebelum tinggal landas.

Pesawat berusia 15 tahun itu dibeli dari Korean Air sembilan tahun lalu dan menjalani turun mesin awal tahun ini, kata Spanair.

Spanair, maskapai terbesar kedua Spanyol setelah Iberia, merilis daftar penumpang Rabu malam, namun tidak menyebutkan kewarganegaraannya. Di antara korban selamat, menurut media Spanyol, empat warga Jerman, dua warga Swedia, satu warga Cili, dan satu warga Kolombia.

Boeing Co., yang memiliki McDonnell Douglas, menawarkan bantuan ke otoritas Spanyol untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

Kecelakaan itu merupakan kecelakaan pesawat terbesar di Spanyol sejak  kecelakaan  Boeing 747 di bandara Tenerife di Kepluauan Canary pada 27 Maret 1977 yang menewaskan 583 orang.

AFP/Erwin Z