Kantor Pabrik Tekstil Dirampok Di Bandung


TEMPO Interaktif, BANDUNG: Sekawanan perampok beraksi kembali di Bandung, Kali ini, giliran kantor pabrik tekstil PT HI milik Pramod Kumar Pandev di Bandung, Jalan Sukahaji, Sentrasari, Bandung, Jumat (22/8) dini hari. Empat perampok itu mengondok uang sebanyak Rp 743 ribu dan US$ 1012. Lalu 13 unit CPU, 8 buah telpon genggam, satu unit televisi 49 inci, dan dan sebuah laptop.

Ratman, 50 tahun, salah seorang karyawan kantor menuturkan, kawanan perampok itu beraksi sekitar pukul 01.00 WIB. Kala itu di dalam kantor hanya ada Ratman bersama sopir kantor, Opik.Saat itu, Ratman yang masih terjaga dalam kantor mendengar suara mencurigakan di halaman belakang kantor. Ia pun lalu keluar menuju sumber suara. "Di situ saya bertemu seorang lelaki tak dikenal menenteng golok di halaman samping belakang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian Jum'at siang.

Sementara pada benteng bersandar sebuah tangga yang diduga digunakan perampok. Menduga orang tak dikenal itu hanya sendirian, Ratman berani menghardik "Mau apa kamu?". "Tapi ternyata dari belakang dia muncul tiga temannya semua membawa golok,"ujarnya.

Para perampok lalu menggelandang Ratman ke dalam kantor. "Di dalam, tangan saya diikat dan mulut saya dilakban,"katanya. Opik juga tak luput dari todongan perampok yang dua diantaranya memakai kupluk itu. Ia pun diringkus seperti Ratman. "Kami berdua lalu disekap di salah satu ruang kerja,"katanya.

Ratman mengaku tak tahu apa saja yang digondol para perampok. "Karena saya dan Opik disekap,"katanya. Yang diketahuinya, menjelang adzan shubuh, Opik berhasil melepaskan ikatan."Setelah melepas ikatan saya, Opik keluar ruangan lewat jendela untuk minta pertolongan,"katanya.

Sementara Ratman memeriksa keadaan kantor. "Kantor acak-acakan dan pintu gerbang di depan sudah terbuka,'katanya. Ia menduga para penjahat kabur dengan menggunakan mobil.harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, penjahat juga beraksi di kompleks perumahan dosen Universitas Parahyangan. Rumah dosen Fakultas Hukum I Wayan Prathiana di jalan Unpar I dibobol maling.

Saat itu rumah Wayan dalam keadaan tak berpenghuni. "Saya sedang ke kampus,"kata Wayan di lokasi kejadian. penjahat masuk rumah dua lantai itu dengan cara merusak kunci garasi. "Mereka juga merusak kunci dua kamar tidur di lantai 1,"kata Wayan. Para maling mengacak-acak isi kamar. "Sejauh ini baru sepasang giwang yang diketahui hilang,"katanya. Sekitar pukul 10.30, salah seorang famili, Yanhar, 51 tahun, datang berkunjung ke rumah Wayan.

Saat tiba ia sempat melihat empat orang lelaki tak dikenal keluar dari garasi. "Mereka menunggang dua motor bebek,"katanya. Ia mengira mereka tamu keluarga Wayan. "Gerak-gerik mereka tak mencurigakan saat keluar garasi,"katanya.Kepala Kepolisian Resor Bandung Barat Ajun Komisaris Besar Pratikno menyatakan polisi kini tengah melakukan penyelidikan. "Pasti akan kami ungkap pada waktunya,"katanya.Untuk menantisipasi terulangnya tindak kejahatan, ia berjanji akan memaksimalkan patroli polisi di wilayahnya. Namun ia juga meminta masyarakat untuk waspada.

"Berdasarkan pengalaman, aksi kejahatan kerap terjadi menjelang bulan puasa dan hari raya lebaran,"tandas Pratikno di kantornya.Erick P. Hardi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X