Maradona Kecam Cuaca Panas Beijing

TEMPO Interaktif, Beijing:Legenda sepak bola Argentina dan dunia Diego Maradona rupanya tak betah berlama-lama berada di Beijing. Menurutnya tidak manusiawi bermain pada babak final sepak bola Olimpiade Beijing 2008, di bawah terik matahari yang mencapai suhu 42 derajat celsius.

“Ini tidak manusiawi. Para pemain tidak bisa bernafas dan sulit berlari. Panasnya sangat menusuk,” Si Cebol yang baru saja menyaksikkan tim kebanggaannya,, mempertahankan medali emas Olimpiade setelah mengalahkan Nigeria 1-0, sepert dikutip AFP, Sabtu (23/8).

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Sangkar Burung itu, laga harus dihentikan dua kali. Itu dilakukan agar para pemain bisa meminum air. Pelatih Nigeria Samsin Siasia sependapat dengan Maradona.

Menurutnya adalah salah bermain pada babak final, dimana Presiden FIFA Sepp Blatter justru menonton di tribun.

“Terik panas jelas mempengaruhi permainan kedua tim. Banyak pemain yang tampil di bawah standar,” ketus Siasia.

Tim Tango menang melalui gol yang dikemas Angel di Maria pada menit ke-58.

Bagus Wijanarko | AFP