Jelang Eksekusi Amrozy, Pengamanan Pelabuhan Ketapang Diperketat
TEMPO Interaktif, Banyuwangi:Menjelang eksekusi terpidana mati bom Bali 1, Amrozy dkk, Satuan petugas (Satgas) Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mulai memperketat pengamanan.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah aktivitas terorisme yang akan menggagalkan eksekusi itu, baik di Pulau Bali atau di Jawa.
Kepala Satgas Pelabuhan Ketapang, Komisaris Polisi Paryadi Sayat mengatakan, pengamanan ditambah dengan memfungsikan satu check door (Pintu pengecek) di pintu masuk Pelabuhan Landing Craft Marine (LCM) Ketapang. Check door ini, katanya, untuk memeriksa calon penumpang yang membawa kendaraan bermuatan barang.
Sebelumnya, check door hanya difungsikan di Pelabuhan Ketapang."Pengamanan sudah kita optimalkan," kata Kompol Paryadi saat dihubungi Tempo, Minggu (24/08).
Pengamanan lainnya, Satgas masih menyiagakan 90 personel kepolisian selama 24 jam. Bagi calon penumpang Pelabuhan Ketapang akan dilakukan pemeriksaan ketat, mulai kartu identitas dan barang bawaan. Satgas juga melengkapi pengamanan dengan metal detector.
Tiga terpidana bom Bali 1 itu adalah Amrozy bin H. Nurhasyim, Ali Ghufron, dan Imam Samudera. Mereka bertanggung jawab atas tewasnya 202 orang, dalam insiden Bom Bali pada 12 Oktober 2002.
Ika Ningtyas
-- @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } -->Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia Memburuk
- Pelaku Pembantaian London, Pemuda Kelas Menengah
- Perwira Polisi Sabang Gegerkan Warga
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional














