Holcim Targetkan US$ 70 Juta Dari Semen Pengeboran


TEMPO Interaktif, Jakarta: Produsen semen, PT Holcim Indonesia Tbk, mentargetkan meraup US$ 60 juta-US$ 70 juta dari penjualan semen khusus pengeboran minyak sampai akhir tahun ini. "Kami berupaya menjual 50 ribu ton hingga akhir tahun, dengan harga antara US$ 120 - 140 per ton," kata Presiden Direktur Holcim Indonesia Tim Mackay hari ini.

Untuk pemasaran semen khusus itu, manajemen Holcim menunjuk anak usahanya Holcim White. Penunjukan ini telah disetujui para pemegang saham dalam rapat yang digelar siang tadi. "Setelah mendapat persetujuan ini, Holcim White bisa langsung memasarkan semen pengeboran," kata Mackay.

Dahulu, Holcim hanya menjual 25 ribu ton semen pengeboran per tahun. Namun, begitu akuisisi pabrik penggilingan di Ciwandan, Cilegon selesai Mei lalu, ditambah kerja sama dengan Holcim White, perseroan berharap bisa menambah kapasitas produksi dan volume penjualannya menjadi 50 ribu ton per tahun.

Pabrik penggilingan semen Ciwandan dijadikan pabrik semen pengeboran oleh Holcim. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 600 ribu ton per tahun, tapi saat ini belum berproduksi optimal.

Sebagai permulaan, penjualan semen pengeboran Holcim akan difokuskan bagi kebutuhan domestik dan wilayah Asia Tenggara. Ke depannya, karena Holcim White berdomisili di Swiss, tidak tertutup kemungkinan semen pengeboran bisa pula dipasarkan kepada klien dari negara lain.

Sehingga dalam beberapa tahun mendatang penjualan semen pengeboran akan lebih banyak ke pasar global dan regional. "Pendapatan dari ekspor akan menambah likuiditas perusahaan untuk membayar utang dalam mata uang asing," ujar Mackay.

Dalam kerja sama ini, disepakati Holcim White mendapat 10 persen dari total penjualan semen pengeboran Holcim Indonesia. Dengan target US$ 60 juta - US$ 70 juta maka, Holcim White akan mendapat bayaran sebesar US$ 6 juta - US$ 7 juta di tahun pertama.

ARI ASTRI YUNITA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X