Ibu Rumah Menjerit Karena Harga Elpiji


TEMPO Interaktif, Jakarta: Para ibu rumah tangga mengeluhkan kenaikan harga elpiji 9,5 persen per kilogram untuk ukuran 12 kilogram. Kenaikan sekitar Rp 6.000 per tabung ukuran 12 kilogram ini dinilai sangat memberatkan.

"Sekarang saya sering pakai yang ukuran kecil atau tiga kilogram," kata Suroyo, 45 tahun kepada Tempo di Jakarta pada Senin (25/8) pagi.

Menurut warga Depok, Jawa Barat ini yang menjual elpiji mengatakan peralihan pengguna gas elpiji dari 12 kilogram ke 3 kilogram cukup banyak. Permintaan untuk gas ukuran kecil meningkat karena harganya tidak naik.

Selain gas ukuran 12 kilogram, Pertamina juga menaikkan harga elpiji ukuran 50 kilogram. Diskon tabung kemasan ini dikurangi 5 persen menjadi hanya 10 persen. Dengan demikian, harga per kilogram yang semula Rp 6.878 kini menjadi Rp 6.255. Harga kemasan 50 kilogram ini menjadi Rp 362.750 per tabung dari harga semula Rp 343.900.
Ismi Wahid

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Kemarin BBM, sekarang elpiji, besok PLN, Besokan lagi Telpon. Naik melulu .... Besok-besok tekanan darah juga ikutan naik, maklum pengeluaran nambah, gaji nggak ...(kesimpulan : dibutuhkan pemimpin yang bisa mensejahterakan rakyat dan yang bukan bikin melarat rakyat!!)
Copyright © 2011
TEMPO
.CO