Aktifitas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo Lumpuh
TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak bisa melakukan aktifitas, seperti meninggikan tanggul, karena akses ke tempat itu diblokir ribuan korban.
"Praktis seluruh kegiatan bidang operasional dan infrastruktur terhenti," kata Humas BPLS, Ahmad Zulkarnain, ketika ditemui disekitar massa korban lumpur Lapindo yang berunjuk rasa, Senin (25/8).
Sejak pagi, ribuan korban Lapindo memang memblokade enam titik tanggul yaitu Ketapang, Siring, Mindi, Pejarakan, Besuki, serta Renokenongo. Mereka menuntut pembayaran sisa ganti rugi yang masih 80 persen itu dipercepat pembayarannya.
Akibat pemblokiran, Zulkarnain, BPLS hanya bisa mengalirkan lumpur kearah selatan atau saluran pembuangan menuju Sungai Porong. "Jika peninggian tanggul terhenti, saya kawatir tanggul penuh dan jebol," kata Zulkarnain.
Rohman Taufik
Komentar (1)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Kabut Asap di Singapura Diprediksi Bertahan Lama
- DPR Khawatir Pemerintah Ragu Naikkan Harga BBM
- Ada Pekik 'Kopassus' di Luar Pengadilan
- Joki SBMPTN Yogya Berkeliaran Secara Terbuka
- Singapura: Kabut Indonesia Terparah Sepanjang Masa
- Label Merah untuk Makanan Tidak Sehat
- Jokowi Diminta Selalu Ajak Staf Blusukan



