Kuburan Asrori "Asli" Dibongkar


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jombang: Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, bersiap membongkar makam mayat yang selama ini diyakini Asrori. Kuburan itu berada di Desa Kalasemanding, Perak, Jombang, Jawa Timur. "Kami bongkar bersama Tim Forensik Polda Jawa Timur," kata Kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, Ajun Komisaris Kasianto.

Menurut Kasianto, mayat Asrori digali lagi menyusul teridentifikasinya jenazah Mister X, korban Very Idham Henyansah alias Ryan, pembunuh berantai asal Jatiwates, Tembelang, Jombang. Berdasarkan hasil tes DNA dan keterangan keluarga korban, yang dibunuh Ryan adalah Asrosi yang lain.

Kepastian ini dikuatkan pengakuan Ryan kepada polisi bahwa dirinya menghabisi Asrori karena tersinggung dipanggil kucing. Sehabis dibunuh, mayat Asrori dikubur di belakang rumah Ryan bersama sembilan korban lain. Inilah yang kemudian menguak kasus salah tangkap polisi atas orang-orang yang diduga membunuh Asrori.

Dua orang di antaranya, yaitu Imam Hambali alias Kemat dan David Eko Priyanto telah dijatuhi hukuman masing-masing 17 dan 12 tahun penjara oleh pengadilan. Mereka, melalui pengacaranya, Dofir, minta nama baiknya direhabilitasi.

Persiapan pembongkaran kuburan yang semula diyakini Asrori, mengundang warga untuk menonton. Jalal, ayah Asrori, yakin jenazah yang hendak dibongkar adalah anaknya. Sewaktu dimakamkan, ia ingat betul bagian kaki kiri anaknya terdapat luka gosong akibat tersengat panas knalpot sepeda motor. "Selain itu gigi sebelah kirinya gingsul," kata Jalal yang ditemui Tempo di lokasi pembongkaran.

Ajun Komisaris Kasianto menambahkan, hasil identifikasi Ansori "asli' berdaarkan empat hal, yaitu gigi korban, pakaian dalam, luka bagian kaki, dan rambut korban yang dimodel kuncung. "Ini keterangan keluarga korban," ujarnya.

Dini Mawuntyas
 

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
terus bagaimana udah dijalani sekian lama tiba-tiba ada pembunuh aslinya. yang bener atuh kalau nangkap orang teh jangan disamakan nangkap ikan aja . ganti rugi deh
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X