Petani Korban Sriwijaya Air Diamputasi
TEMPO Interaktif, Jambi:Satu keluarga petani korban tergelincirnya Sriwijaya Air di Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi, harus menderita cacat seumur hidup. Tangan kanan dan kaki kiri Seno, 50 tahun, diamputasi akibat tergencet pesawat jenis Boeing 737-200 yang diduga mengalami rem blong saat mendarat kemarin.
Sedangkan istri Seno, Pasri (40), mengalami luka di bagian kepala. Ia masih mendapat perawatan intensif. Adapun Rahmat Sadikin (4), anak Seno, kedua kakinya patah. Malam ini anak itu dioperasi. "Kami sedih melihat kondisi mereka," kata Santo, 28 tahun, keponakan Pasri yang menunggui korban. Semua korban, termasuk delapan penumpang pesawat, dirawat di Rumah Sakit Asia Medika Jambi.
Sehabis menjenguk korban, Presiden Direktur PT Sriwijaya Air Chandra Lie mengatakan, perusahaannya menanggung semua biaya perawatan korban sampai sembuh. Khusus untuk keluarga petani, Chandra berjanji menjamin kebutuhan sehari-harinya sepanjang hayatnya. Ia juga mengatakan, memberi basiswa kepada Rahmat Sadikin, berupa jaminan sekolah sampai tuntas. "Terserah mau sekolah di mana, kami menanggung semua biayanya," ujar Chandra. Syaipul Bakhori
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas
- KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Ditjen Kebudayaan
- Marquez Raih Pole Position di Moto GP Perancis
- Pesona Keindahan Danau Tempe
- Mundur, RS Admira Beralasan Tarif Baru KJS
- Studio Film James Bond Undang Produser Indonesia
- Ahmad Fathanah Doyan ke Kafe Dangdut?














