Kedatangan JK Disambut BEM Bandung Raya
TEMPO Interaktif, Bandung: Puluhan Aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Se Bandung Raya melakukan Aksi unjuk rasa terkait kehadiran Wakil President Jusuf Kalla yang tengah meresmikan mesjid besar Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Jum'at (28/8).
Para aktivis BEM, tertahan di Depan Komplek Perumahan Batalion Zeni Tempur III TNI Angkatan Darat mereka tidak bisa mendekati Area Acara JusuF Kalla yang berada sekitar 3 Kilometer akibat ketatnya pengawalan oleh Aparat Kepolisian Polres Bandung.
Jalan tempat aksi para Aktivis BEM pun, bukan jalan yang dilalui iring-iringan Jusuf Kalla. Sekitar pukul 11.00, sekitar 50 Mahasiswa melakukan jalan mundur kembali ke kampus Institut Teknologi Telkom.
Dalam orasinya, para Aktivis BEM mendesak Pemerintah segera meninjau kebijakan konvensi minyak tanah ke gas yang membuat kesengsaraan pada rakyat."Kami meminta kedaulatan energi dan Ekonomi," ujar Dewangga dari BEM Institut Teknologi Telkom.
Selain itu, para penyunjuk rasa menurunkan harga sembako dan gas yang terus melambung tinggi tidak terkontrol. "Mekanisme konvensi minyak tanah telah gagal, harga gas yang dijanjijan terjangkau oleh masyarakat nyatanya tidak terbukti, dan ini bukti tidak seuriuisnya pemerintah mengatasi kemiskinan "papar Gina Bijaksana Koordinator BEM Se Bandung Raya.
Selain menuntut penyediaan Bahan Bakar bagi masyarakat kecil dan usaha kecil, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah melakukan oprasi pasar murah untuk memenuhi kebutuhan menjelang ramadan."Harga-harga sudah melambung tinnggi, pemerintah harus segera turun tangan," ujarnya.
Alwan Ridha Ramdani














