Topik
Pertamina Jamin Pasokan BBM Selama Puasa dan Lebaran
TEMPO Interaktif, Cilacap: PT Pertamina Unit Cilacap memastikan stok BBM selama bulan puasa hingga Lebaran mendatang akan aman, meskipun permintaan konsumen pada bulan-bulan tersebut biasanya meningkat drastis.
Menurut Kepala Hubungan Masyarakat Pertamina Cilacap, Daryono, peningkatan permintaan BBM saat puasa dan lebaran sudah diantisipasi. "Tidak usah khawatir, stok aman," ujarnya.
Dia menambahkan, peningkatan permintaan BBM saat puasa dan Lebaran terjadi setiap tahun. Untuk itulah, berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, Pertamina akan mengantisipasi lonjakan permintaan BBM.
Daryono mengatakan kilang minyak Cilacap akan tetap beroperasi secara maksimal. "Memang produksi sempat turun, namun sekarang sudah normal kembali," ujarnya.
Pertamina Cilacap memproduksi 348 ribu barel per hari. Produk yang dihasilkan berupa BBM maupun non-BBM.
Terkait stok BBM, Daryono menyebutkan saat ini cadangan BBM yang dimiliki mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 22 hari ke depan. BBM yang diproduksi disalurkan di Pulau Jawa dan Bali.
Menyinggung soal elpiji, Daryono menyebutkan kilang Cilacap mampu memproduksi rata-rata 500 ribu ton per hari. Khusus untuk gas elpiji, hasil kilang minyak Cilacap saat ini sebagian besar didistribusikan untuk mencukupi kebutuhan gas di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sebagian sisanya masih dipasok dari kilang minyak Balongan.
Sementara itu, harga elpiji di pasaran Cilacap mulai naik. Kalau semula di pasaran harganya sekitar Rp 67 ribu, sekarang ini harganya mencapai Rp 76 ribu per 12 kilogram.
Di Purwokerto, harga elpiji juga sudah mulai merangkak naik. Bahkan beberapa warga yang dulunya menggunakan elpiji, mulai beralih lagi menggunakan minyak tanah. "Daripada menggunakan elpiji yang mahal, mendingan saya <i>ngecer</i> minyak tanah," ujar Ida Rohati, warga di Kelurahan Kober.
Ida berharap pemerintah segera merealisasikan konversi gas untuk ukuran 3 kilogram. Menurutnya gas ukuran tersebut lebih terjangkau oleh masyarakat.
Waris, salah seorang pedagang minyak tanah, mengakui beberapa hari terakhir ini permintaan akan minyak tanah cenderung meningkat. Hal tersebut dipicu oleh tingginya harga elpiji di tingkat pengecer. "Biasanya saya melayani 10 orang per hari, kini lebih," ujarnya.
ARIS ANDRIANTO