Kalla Jelaskan Soal Kontrak Tangguh
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Wakil Presiden Jusuf Kala mengatakan dirinya belum bisa membicarakan isi dari tawaran perundingan yang akan disodorkan pemerintah soal Kontrak Gas Tangguh ke Cina. Menurut dia, tawaran perundingan bisa berubah karena masih dalam proses. “Kita berusaha berubah,” katanya di Bandung, Jumat (29/8).
Yang penting, menurut Kalla, nilai kontrak penjualan itu bisa lebih tinggi dari nilai kontrak penjalan gas itu saat ini. ”Itu intinya, nantilah, kalau target, tidak bisa diumumkan terbuka,” kata Kala.
Di sela kunjunganya ke PT Pindad itu, Kalla juga meluruskan, potensi kerugian negara akibat nilai kontrak penjualan gas itu bukan Rp 75 triliun. ”Tapi Rp 700 triliun potensinya, kalau tidak ada perubahan (kontrak),” katanya.
Ahmad Fikri
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Ngos-ngosan Naik Tangga? Performa Seksual Jelek
- Mendagri Siap Copot Bupati Theddy Tengko
- Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Kredit BJB
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly
- Ngaku Anak Kapolri, Wanita Ini Dipenjara
- Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas
- Tunisia Tahan Amina Tyler, Demonstran Bugil
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi













