Kalla Jelaskan Soal Kontrak Tangguh


TEMPO Interaktif, BANDUNG:Wakil Presiden Jusuf Kala mengatakan dirinya belum bisa membicarakan isi dari tawaran perundingan yang akan disodorkan pemerintah soal Kontrak Gas Tangguh ke Cina. Menurut dia, tawaran perundingan bisa berubah karena masih dalam proses. “Kita berusaha berubah,” katanya di Bandung, Jumat (29/8).

Yang penting, menurut Kalla, nilai kontrak penjualan itu bisa lebih tinggi dari nilai kontrak penjalan gas itu saat ini. ”Itu intinya, nantilah, kalau target, tidak bisa diumumkan terbuka,” kata Kala.

Di sela kunjunganya ke PT Pindad itu, Kalla juga meluruskan, potensi kerugian negara akibat nilai kontrak penjualan gas itu bukan Rp 75 triliun. ”Tapi Rp 700 triliun potensinya, kalau tidak ada perubahan (kontrak),” katanya.

Ahmad Fikri

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X