Berita Terkait



Pemerintah Jamin Pasokan Kebutuhan Pokok menjelang Lebaran

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok dan energi selama bulan puasa hingga Lebaran.

Menteri Pertanian Anton Apriantono mengatakan pada akhir September mendatang, diperkirakan stok beras mencapai 8,2 juta ton, gula pasir 1,2 juta ton, dan minyak goreng 1,6 juta ton. "Dari pengalaman sebelumnya, jumlah itu mencukupi," katanya seusai rapat koordinasi di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Jumat (29/8) petang.

Diperkirakan, lonjakan harga komoditas hanya 2-3 persen dibanding Juli lalu. "Itu tingkat fluktuasi yang wajar," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Pantauan terakhir pemerintah menunjukkan harga daging ayam naik empat persen, daging sapi tiga persen, dan telur dua persen. Sedangkan bawang merah dan minyak goreng turun lebih dari 11 persen.

Mengenai pasokan listrik, Direktur Jenderal Migas Departemen Energi, Evita Herawati Legowo, menjelaskan dengan daya mampu rata-rata 17.200 megawatt dan beban puncak 16.300 megawatt, masih terdapat cadangan listrik 700-900 megawatt.

Stok bahan bakar selama September pun mencukupi. Stok premium  untuk kebutuhan 16,4 hari, minyak tanah 20,5 hari, solar 23,3 hari, dan elpiji 20 hari. Mulai H-7 sampai H+7 setelah Lebaran,  pasokan premium dan elpiji ditambah masing-masing 15 persen.

Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum Lebaran akan meningkatkan permintaan barang. Jika pasokan tidak mencukupi, harga akan meroket. "Pasokan menjadi penting," kata Sri yang juga menjabat Menteri Keuangan. Namun, ia optimistis inflasi bahan pokok tidak bakal melambung, karena persediaan bahan pokok memadai.

Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai selama Ramadhan dan Lebaran yang diperkirakan naik sekitar 30 persen, Bank Indonesia akan meningkatkan pasokan. Khususnya, tujuh hari menjelang Lebaran.

HARUN MAHBUB