Topik
Infografis
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik
TEMPO Interaktif , Kediri: Pengalihan dana hibah Politeknik dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kediri untuk membiayai Kesebelasan Persik, membuat dua ribu mahasiswa Kediri gerah.Mahasiwa melakukan aksi demonstrasi ke kantor Kejaksaan Negeri Kediri di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kediri, Sabtu (30/8).
Mahasiswa gabungan dari Univeristas Nusantara PGRI, Universitas Kediri dan ormas mahasiswa lainnya, menuntut kasus pengalihan dana hibah itu diusut tuntas. Selain itu mereka juga menuntut realisasi anggaran 20 persen untuk pendidikan.
"Sesuai ketentuan peraturan pemerintah, Persik tidak boleh dibiayai dari APBD. Bersihkan Persik dari para koruptor," kata Agung Widodo, koordinator lapangan aksi saat berorasi di depan pintu gerbang kantor kejaksaan yang dijaga puluhan aparat Kepolisian Resort Kota Kediri.
Mahasiswa minta pengalihan dana sebesar Rp 4 Miliar ke Persik yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya tidak dihentikan. "Kami menuntut kejaksaan berkomitmen memberantas korupsi di segala bidang," kata Agung. Dia menyesalkan belum terwujudnya 20 persen anggaran untuk pendidikan. Saat ini Pemkot Kediri baru mengucurkan 9 persen anggaran untuk pendidikan. Justru kucuran untuk Persik yang dinilai berlebihan.
Sementara kelompok mahasiswa lainnya yang terdiri dari mahasiswa baru Universitas Nusantara yang sedang mengikuti orientasi juga menuntut realisasi anggaran pendidikan 20 persen. Selain berorasi dan menggelar spanduk dan pamflet, mereka juga menggelar seni teatrikal tentang masih terpinggirkannya bidang pendidikan.
"Kediri harus menjadi kota pendidikan. Kasus korupsi yang mengancam dunia pendidikan harus diusut tuntas," kata Pepi, koordinator lapangan orientasi mahasiswa baru Universitas Nusantara.
Kepala Bagian Bina Mitra Polresta Kediri, Komisaris Polisi Abraham Gurgurem yang terus mengawal aksi berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa. Mahsiswa tak bisa bertemu Kepala Kejaksaan Negeri Kediri karena Sabtu merupakan hari libur. "Silahkan menyampaikan aspirasi, kami akan mengamankan asal tidak anarkis," kata Abraham.
Tempo| Dwidjo U. Maksum