Pilkada Kota Serang Ricuh
TEMPO Interaktif, Serang:Pemilihan kepala daerah Kota Serang diwarnai kericuhan. Insiden itu terjadi saat mobil salah seorang calon Wakil Wali Kota Serang nomor urut 7 Saeful Jamil, melaju di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang siang tadi.
Saat mobil berada di dekat Tempat Pemungutan Suara 28 di kampung tersebut, tiba-tiba serombongan massa tak dikenal yang menghadang laju mobil Saeful. "Saya tidak tahu tidak tahu massa itu dari mana, karena bukan warga sini," kata salah seorang warga Cimuncang, Agus.
Untuk menghindari benturan, mobil yang membawa mantan suami penyanyi Dewi Persik itu kemudian berbalik arah menuju Kampung Kaliwadan, Kelurahan Lopang, Serang. Mobil yang ditumpangi Saeful dikejar-kejar massa, bahkan beberapa melemparkan batu kepada penyanyi dangdut ini. Beredar kabar, bahwa Saeful Jamil sempat dikeroyok dalam insiden tersebut.
Pertikaian berakhir setelah mobil Saeful maupun penghadangnya keluar wilayah Kaliwadas. Insiden tersebut tak mempengaruhi proses pemungutan suara.
Ketua Tim Sukses Saeful Jamil, Sahrulloh membantah kalau Saeful dipukuli warga, "Tidak benar, hanya salah paham saja," kata kader PPP ini. Menurutnya, Saeful pada saat itu tengah memantau jalannya pilkada di beberapa TPS, termasuk di TPS 28. Namun saat melintas di TPS tersebut, ada massa dari salah satu calon lain yang tidak suka terhadap kehadiran Saeful. "Tapi tidak sampai terjadi pukul-pukulan," katanya.
Pilkada Kota Serang diikuti oleh delapan pasang calon. Mereka mencalonkan diri dari jalur partai dan perseorangan adalah Pandji Tirtayasa-Tb Ali Rohman, Tb. Edi Mulyadi-Rizal Firdaus dan Aliyudin-Ratu Roudhatul Jannah.
Sedangkan yang dari partai politik adalah Bunyamin-Khoirul Jaman diusung Partai Golkar, Jayeng Rana-Deden Apriyandi diusung PDIP dan PSI, Ade Muchlas-Juheni M. Rois diusung PKS dan PAN, Lulu Kaking-Ismetullah diusung Partai Demokrat, PBB dan PKB, serta Kirtam-Saiful Jamil diusung PPP.
<B>Mabsuti Ibnu Marhas</B>



